Bengkulutoday.com – Program penerimaan mahasiswa asing Universitas Bengkulu (Unib) tahun 2026 mencatat antusiasme tinggi dari masyarakat internasional. Hingga Selasa (30/6/2026), sebanyak 3.309 calon mahasiswa dari lebih 60 negara telah mendaftar, meski masa pendaftaran masih berlangsung hingga 10 Juli 2026.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah. Unib bahkan memproyeksikan total pendaftar dapat menembus angka 4.000 orang hingga penutupan pendaftaran.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unib, Prof. Dr. Kamaludin, S.E., M.M., mengatakan pendaftar terbanyak berasal dari Pakistan, Nigeria, Sudan, dan Timor Leste. Dari total pendaftar, sebanyak 876 orang telah menyelesaikan proses submit beserta kelengkapan dokumen administrasi.
"Program studi yang paling diminati antara lain Fakultas Kedokteran, FMIPA, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum, serta sejumlah program studi lainnya di lingkungan Unib," ujarnya.
Sesuai jadwal, proses seleksi akan berlangsung pada 13–18 Juli 2026 melalui tahapan seleksi administrasi, wawancara, dan induction. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 27–31 Juli 2026.
Melihat tingginya minat calon mahasiswa asing, Unib juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari kemungkinan penambahan kuota yang semula ditetapkan 50 kursi, penyediaan beasiswa penuh, asrama, hingga layanan akomodasi bagi mahasiswa internasional.
Sementara itu, Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., menilai tingginya jumlah pendaftar menjadi bukti bahwa strategi internasionalisasi kampus yang dijalankan selama beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil positif.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara akan memperkaya suasana akademik dan memperluas jejaring internasional Universitas Bengkulu.
"Keberagaman budaya, perspektif, dan pengalaman akan memperkaya kehidupan akademik di kampus. Karena itu, seleksi tidak hanya mempertimbangkan aspek akademik, tetapi juga keberagaman negara asal, motivasi belajar, kemampuan komunikasi, kesiapan beradaptasi dengan budaya Indonesia, serta komitmen menyelesaikan studi di Unib," kata Prof. Indra.
Ia menegaskan, Program Penerimaan Mahasiswa Asing merupakan bagian dari strategi jangka panjang Unib dalam memperkuat kerja sama internasional, riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta peningkatan kualitas layanan bagi sivitas akademika internasional.
Dengan meningkatnya minat mahasiswa asing, Unib optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang inklusif, unggul, dan berdaya saing global, sekaligus memperkenalkan nama Universitas Bengkulu ke tingkat dunia.