Bengkulutoday.com - Suasana berbeda terasa di Masjid Raya Baitul Izzah, Kamis (15/1/2026), saat puluhan aparatur sipil negara mengikuti Retreat Merah Putih angkatan keenam. Kegiatan pembinaan spiritual berbasis masjid ini berlangsung selama empat hari dan berakhir di Masjid Al-Anshor Sukarami, Ahad (18/1/2026), meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.
Retreat Merah Putih dirancang sebagai program pelatihan kedisiplinan dan kepemimpinan yang mendorong ASN menjauh sejenak dari kesibukan kerja dan aktivitas duniawi, untuk fokus pada ibadah dan pembentukan karakter.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menilai program ini sebagai terobosan paling efektif dalam mendukung terwujudnya Bengkulu religius.
“Semua upaya sudah kita lakukan, mulai dari surat edaran, bakti sosial di masjid, hingga tablig akbar. Namun retreat inilah yang terbaik. Saya berharap ke depan seluruh jajaran ikut, dari pejabat teratas hingga seluruh ASN,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan konsep retreat akan terus disempurnakan agar peserta dapat lebih fokus menjalani rangkaian amalan yang telah disusun.
“Dengan begitu, kualitas ASN yang bertakwa benar-benar bisa terwujud,” tambahnya.
Kesaksian peserta menjadi cerminan keberhasilan program ini. Salah seorang peserta mengaku, sebelum mengikuti retreat jarang mengunjungi masjid.
“Bahkan untuk salat Jumat pun jarang. Alhamdulillah setelah ikut kegiatan ini, sekarang saya bisa katakan bahwa saya mencintai masjid,” tuturnya.
Peserta lainnya menyebut retreat sebagai titik balik dalam hidupnya.
“Selama ini saya sering berpandangan negatif kepada orang-orang yang iktikaf di masjid. Setelah ikut retreat, semua itu hilang. Saya merasa inilah jalan untuk berubah,” katanya.
Pendamping program, Rudi Nurdiansyah, menyebut dampak positif juga dirasakan pengurus masjid.
“Alhamdulillah, kini masjid semakin hari semakin ramai. Banyak pengurus mengaku sangat terbantu dengan program ini. Suasana masjid menjadi lebih hidup,” ujarnya.
Retreat Merah Putih yang digagas Gubernur Bengkulu Helmi Hasan itu kini berkembang menjadi gerakan pembinaan spiritual ASN, menghadirkan ruang refleksi di tengah padatnya aktivitas pemerintahan, serta menumbuhkan kembali semangat memakmurkan masjid.