Bengkulutoday.com — Proyek pembangunan drainase di kawasan Padang Serai, Kota Bengkulu, yang menghabiskan anggaran sekitar Rp3,2 miliar, mendapat sorotan tajam dari warga setempat karena dinilai memprihatinkan dan tidak berfungsi optimal setelah selesai dikerjakan.
Proyek yang dikerjakan oleh CV Indo Karya Agung tersebut semestinya dapat mengatasi masalah genangan dan banjir, namun warga justru menemukan air banyak menggenang di saluran drainase yang telah dibangun. Kondisi ini dinilai tidak sesuai dengan fungsi utama drainase yang seharusnya mampu memperlancar aliran air.
“Saya sangat kecewa dengan hasilnya. Bukannya mengatasi banjir, drainase ini malah membuat air tergenang dan menjadi sarang nyamuk. Air sama sekali tidak mengalir,” kata salah seorang warga Padang Serai yang dikutip pada Rabu (14/1/2026).
Warga lainnya menilai kondisi drainase menunjukkan banyak kejanggalan, terutama dari segi pengawasan pembangunan dan perencanaan teknis. Mereka berharap tim pengawas proyek seharusnya memastikan pekerjaan sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan agar tidak menimbulkan masalah baru di lingkungan masyarakat.
Dalam pengamatan di lokasi, drainase tampak dipenuhi air statis, sedimen, dan sampah, serta saluran berpermukaan kasar yang dinilai tidak mendukung aliran air yang lancar. Kondisi ini juga dinilai tidak memenuhi persyaratan teknis sesuai standar Peraturan Menteri PUPR terkait kemiringan dasar saluran untuk menjamin fungsi drainase.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi baik dari pihak pelaksana proyek maupun dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bengkulu terkait sejumlah sorotan warga tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah melakukan audit investigatif terhadap proyek ini sebelum masa pemeliharaan berakhir, serta mengambil langkah perbaikan agar anggaran yang telah dikeluarkan tidak sia-sia dan benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan serta kenyamanan masyarakat.