Bengkulutoday.com - Peran dan kinerja pelabuhan di Indonesia sebagai determinan penting dalam mendukung visi Indonesia menjadi negara maritim yang kuat. Pelabuhan memegang peranan penting untuk mendukung konektivitas dan peningkatan daya saing perekonomian Indonesia. Kinerja pelabuhan akan mempengaruhi efisiensi dalam proses produksi dan distribusi. Peranan penting dalam perekonomian Indonesia, pelabuhan di negeri ini ternyata masih jauh tertinggal dibanding dengan negara-negara lain dalam hal kuantitas dan kualitasnya.
Sama halnya dengan perkembangan pelabuhan di Sumatera, Silo Santoso General Manager PT Pelindo II (Persero) Bengkulu, mengungkapkan pelabuhan andalan Bengkulu ini masih jauh tertinggal dibanding dua pelabuhan tetangga yakni Pelabuhan Kuala Tanjung Sumatera Utara dan Pelabuhan Boom Baru Palembang.
Dari perspektif kebijakan, Silo Santoso menyinggung pemerintah dalam pembangunan dan pengelolaan pelabuhan perlu direformasi peranan dan posisinya. Dalam hal ini, pemerintah, idealnya, perlu mengambil tiga langkah berikut.
"Pertama, mendesain kembali peraturan dan kebijakan untuk mendorong partisipasi sektor swasta. Kedua, memperkuat implementasi Undang-Undang No. 2 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pengadaan Lahan dengan melibatkan pemerintah daerah dalam proses eksekusi pembebasan lahan. Ketiga, mempersiapkan secara lebih matang proyek-proyek pelabuhan yang akan ditawarkan kepada sektor swasta maupun investor," paparnya.
Silo Santoso berpendapat, efisiensi logistik sektor maritim, sangat penting dan memiliki nilai strategis terhadap pertumbuhan yang lebih tinggi di berbagai bidang. Seperti manufaktur, pertanian dan jasa sekaligus pertambangan dan komoditas sumber daya alam Bengkulu.
"Sistem logistik yang baik, adalah sektor logistik maritim yang dikelola secara efisien, sehingga mampu menciptakan daya saing, meningkatkan produksi dan mendorong terjadinya peningkatan daya beli," kata pria asal Lahat Utara ini.
Peningkatan daya beli itu merupakan salah satu faktor keberhasilan upaya reformasi memangkas biaya tinggi logistik nasional. Dengan demikian nantinya akan mengurangi tingkat kemiskinan, karena dapat menurunkan harga barang dan jasa di daerah maupun pelosok-pelosok.
"Bahkan jika kita memaksimalkan lahan Pelindo ini, tidak usahlah warga dilingkungan pelabuhan hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Jika kita sama-sama memaksimalkan potensi yang ada, semisal dengan pengembangan Kampung Bahari sebagai kampung wisata, Kampung Nelayan sebagai kampung tematik dan menjual produk kebutuhan konsumen yang lalu lalang di pelabuhan, itu bakal jadi pendapatan sendiri bagi masyarakat," ulasnya.
Saat ini, Silo menjelaskan ada ketersediaan lahan seluas 400 ha lebih dan telah didukung oleh sejumlah infrastruktur dasar mulai dari ketersediaan energi listrik 2×100 MW dan kemudahan akses transportasi darat menuju Pelabuhan.
“Soal infrastruktur saat ini semua telah mendukung, investor tinggal datang dan manfaatkan saja,” tuturnya.
Silo berharap, semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan lahan kosong milik Pelindo II Bengkulu maka harapan Pemerintah dan Masyarakat Bengkulu untuk mewujudkan KEK semakin terlaksana.
Lebih lagi perusahaan-perusahaan tersebut nantinya juga mampu menggerakan perekonomian daerah dan menyerap banyak tenaga kerja di daerah.
“Kita akan dorong banyak investor untuk mendirikan perusahaannya di lahan PT Pelindo II Bengkulu, sehingga realisasi KEK segera terwujud,” tutupnya.
Pewarta : Bisri Mustofa