LPP Bengkulu Gandeng PKBI, 15 Warga Binaan Dilatih Bikin Buket Bernilai Ekonomi

lapas

Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu terus mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan melalui program pembinaan yang produktif. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Kemandirian Pembuatan Buket yang bekerja sama dengan PKBI Bengkulu, Kamis (13/08).

Kegiatan yang berlangsung di Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu ini dilaksanakan selama dua hari, yakni 13–14 Agustus 2026. Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu dan turut dihadiri Ketua PKBI Bengkulu.

Sebanyak 15 orang warga binaan mengikuti pelatihan dengan penuh antusias. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan keterampilan membuat berbagai jenis buket, mulai dari buket bunga, buket uang, hingga hampers.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu menyampaikan bahwa pelatihan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pembinaan warga binaan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk membuka peluang usaha setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap warga binaan dapat memiliki keterampilan yang produktif, kreatif, dan memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Kepala Lapas.

Selama pelatihan, para peserta terlihat aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan buket. Mereka belajar mengembangkan kreativitas dalam memilih bahan, menyusun komposisi, hingga menghasilkan produk yang menarik dan memiliki nilai jual.

Kolaborasi antara LPP Bengkulu dan PKBI Bengkulu ini menjadi salah satu bentuk sinergi dalam mendukung proses pembinaan warga binaan, khususnya dalam aspek kemandirian dan pemberdayaan.

Melalui kegiatan tersebut, LPP Bengkulu berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata, sehingga warga binaan memiliki keterampilan, kepercayaan diri, serta kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.