Bengkulu, Bengkulutoday.com – Polemik pengelolaan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Gudang Indomarco Kota Bengkulu masih menjadi perhatian. Menyikapi dinamika tersebut, tokoh yang berperan mendorong masuknya investasi Indomarco ke Provinsi Bengkulu, Firdaus Jaelani, mengajak seluruh pihak mengedepankan dialog, menjaga situasi tetap kondusif, serta tidak membiarkan perbedaan kepentingan mengganggu iklim investasi di daerah.
Pernyataan itu disampaikan Firdaus usai menghadiri pertemuan antara perwakilan warga Kelurahan Betungan dan manajemen Indomarco, Senin (27/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Firdaus hadir didampingi penasihat hukumnya, Erwin Novriansyah, SH.
Sebelumnya, polemik mencuat setelah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Bengkulu menyatakan telah menerima Surat Perintah Kerja (SPK) baru untuk mengelola tenaga kerja bongkar muat di Gudang Indomarco selama satu tahun ke depan. Di sisi lain, sejumlah warga Kelurahan Betungan menggelar aksi unjuk rasa dengan tuntutan agar masyarakat setempat diberi kesempatan mengelola TKBM di gudang tersebut.
Firdaus menegaskan kehadirannya dalam pertemuan itu bukan untuk ikut mengambil keputusan ataupun membahas substansi persoalan, melainkan hanya memantau proses dialog yang berlangsung antara masyarakat dan pihak perusahaan.
"Kehadiran saya bersama penasihat hukum hanya untuk memantau. Kami melihat aspirasi masyarakat sudah diterima dan dibahas langsung oleh pihak Indomarco," ujar Firdaus.
Menurutnya, keputusan atas persoalan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pihak-pihak yang terlibat. Namun, ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat terus dijaga sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah dengan tetap saling menghormati.
Firdaus juga menyampaikan bahwa SBSI Kota Bengkulu tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bekerja maupun bergabung sebagai anggota organisasi.
"Kalau masih ada masyarakat yang ingin bekerja, SBSI Kota Bengkulu tidak menutup diri. Organisasi ini terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung maupun masuk dalam kepengurusan," katanya.
Ia mengungkapkan memiliki ikatan historis dengan Indomarco karena pernah berperan dalam mendorong perusahaan tersebut berinvestasi di Bengkulu. Menurutnya, kehadiran Indomarco telah memberikan dampak positif bagi daerah dengan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
"Kehadiran Indomarco telah membuka banyak kesempatan kerja bagi putra-putri Bengkulu. Ini merupakan dampak positif yang perlu kita jaga bersama," ungkapnya.
Karena itu, Firdaus mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, perusahaan, serikat pekerja hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah dan menciptakan iklim investasi yang aman serta kondusif agar semakin banyak investor tertarik menanamkan modal di Bengkulu.
Ia juga mengenang pengalamannya saat masih menjabat sebagai anggota DPRD. Menurutnya, setiap kunjungan kerja ke Jakarta selalu dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dengan calon investor agar bersedia berinvestasi di Bengkulu dan membuka lapangan pekerjaan baru.
"Harapan saya kepada kawan-kawan, terutama yang berada di dewan kota, bisa juga seperti saya dulu. Saat masih menjadi anggota dewan, setiap kali kunjungan kerja ke Jakarta saya berupaya pulang dengan membawa investor ke Bengkulu atau menciptakan lapangan kerja," tuturnya.
Di akhir keterangannya, Firdaus berharap seluruh aspirasi masyarakat yang telah disampaikan kepada manajemen Indomarco dapat ditindaklanjuti dengan baik sehingga tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan. Ia juga mengimbau seluruh serikat pekerja di Bengkulu untuk terus mengedepankan komunikasi dan dialog sebagai jalan penyelesaian setiap perbedaan.
"Yang terpenting adalah menjaga situasi tetap damai dan kondusif. Dengan komunikasi yang baik antara perusahaan, serikat pekerja, dan masyarakat, saya yakin investasi di Bengkulu akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi daerah," pungkasnya.