Dapat Program Revitalisasi 2026, Ini Kata Kepsek SMPN 4 Rejang Lebong

Kepala SMPN 4 Rejang Lebong, Zarlon Efendi, M.Pd., saat memberikan keterangan, Selasa (28/7/2026). (Foto: Bengkulutoday.com/Hendra)

Rejang Lebong, Bengkulutoday.com - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Rejang Lebong dipastikan bakal mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pada tahun anggaran 2026. Proyek strategis ini mencakup perbaikan fasilitas vital sekolah guna menunjang mutu pendidikan di wilayah tersebut.

Kepala SMPN 4 Rejang Lebong, Zarlon Efendi, M.Pd., mengungkapkan bahwa pihak sekolah mendapatkan alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi sejumlah klaster pembangunan fisik.

"Jadi kebetulan kita dapat menu itu 12 rombongan belajar (rombel) berupa ruang kelas, kemudian 1 perbaikan WC, dan 1 ruang administrasi," ujar Zarlon saat diwawancarai terkait perolehan Program Revitalisasi dari pemerintah, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, saat ini pihak sekolah tengah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat agar pelaksanaan pembangunan berjalan lancar tanpa kendala jadwal teknis.

"Dalam waktu dekat, sekarang lagi koordinasi juga. Kita atur jadwalnya kapan mereka (pihak dinas) turun dan kapan kita siap," tambahnya.

Terkait pencairan anggaran, Zarlon optimis dana revitalisasi akan segera masuk ke rekening sekolah dalam waktu dekat. Sesuai dengan regulasi petunjuk teknis yang berlaku, pencairan ditargetkan rampung paling lambat tujuh hari setelah seluruh berkas administrasi terpenuhi.

"Paling dalam 1 sampai 2 minggu ini dana itu sudah masuk ke rekening. Karena di aturan itu kan H+7 paling lambat ya dari proses ini. Kebetulan insyaallah kita pun sedang mengurus kelengkapan rekeningnya," kata Zarlon.

Menanggapi kelayakan bangunan yang direvitalisasi, Zarlon menegaskan bahwa penilaian sepenuhnya dilakukan secara objektif oleh tim independen dari kalangan akademisi dan profesional, dalam hal ini Universitas Bengkulu (Unib).

"Sebenarnya layak dan tidak layak itu yang memverifikasi bukan dari kita, melainkan dari pihak ketiga, dari pihak kampus, yakni pihak Unib. Jadi seluruhnya yang menentukan kelayakan itu lebih ke mereka," jelasnya.

Kendati demikian, secara kasat mata kondisi bangunan yang direhabilitasi memang sudah berumur dan sangat membutuhkan perbaikan mendasar. Terlebih untuk ruang administrasi yang tercatat belum pernah mendapatkan perbaikan masif sejak pertama kali didirikan.

"Kalau kita tengok dari kondisi yang ada ya memang sudah layaknya (diperbaiki). Kami dulu sekolah sini, ya laca inilah kondisinya. Kalau ruangan administrasi ini, menurut informasinya merupakan bangunan angkatan pertama tahun 1980. Nah, berarti sudah otomatis lama sekali dibangun," ungkapnya.

Di sisi lain, Zarlon mengakui ada usulan dari pihak sekolah yang belum bisa diakomodir oleh pemerintah pada tahun ini, salah satunya adalah perbaikan rumah dinas penjaga sekolah.

"Kemarin yang kita usulkan cuma yang tidak terakomodir itu rumah penjaga sekolah. Itu yang awalnya memang kita usulkan, tapi memang tidak terealisasi karena mungkin prioritas pemerintah belum ke situ," tuturnya berlapang dada.

Guna memastikan akuntabilitas dan kualitas proyek, pelaksanaan revitalisasi ini akan menerapkan sistem swakelola yang memadukan tenaga profesional dan pemberdayaan warga lokal.

"Sistem swakelola yang disiapkan itu, untuk pihak perencana dengan pengawas diambil dari pihak profesional. Sedangkan kalau untuk tukang dan kepala tukang, itu mungkin kita lebih memberdayakan lingkungan sekitar sekolah," urai Zarlon.

Zarlon menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah daerah maupun pusat atas kucuran dana ini demi kemajuan SMPN 4 Rejang Lebong.

"Yang jelas ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya. Paling tidak, tidak mudah untuk mengumpulkan uang sebanyak itu dan bisa dialokasikan ke pihak sekolah. Harapannya, kita juga berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan dana yang ada untuk perbaikan sekolah kita ini," pungkasnya. (Hendra)