Senator Leni John Latief Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah

Senator Leni John Latief Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah

Bengkulutoday.com – Hari Raya Idulfitri selalu datang dengan suasana kegembiraan. Setelah sebulan penuh umat Islam menunaikan ibadah puasa, hari kemenangan itu dirayakan dengan takbir, silaturahim, serta saling memaafkan. Namun di balik kegembiraan tersebut, Idulfitri sejatinya membawa pesan yang jauh lebih dalam: momentum untuk kembali kepada jalan hidup yang benar.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan. Pertama, kegembiraan ketika berbuka di dunia. Kedua, kegembiraan yang jauh lebih besar ketika kelak berjumpa dengan Tuhannya. 

"Hadis ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bagi seorang mukmin tidak hanya berhenti pada kenikmatan dunia, melainkan mencapai puncaknya ketika ia kembali kepada Allah dengan amal yang diterima," kata Hj Leni Haryati John Latief, Jumat (20/3/2026).

Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, Ramadan dan Idulfitri merupakan latihan kesungguhan dalam menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dimana mereka yang bersungguh-sungguh dalam ibadah akan merasakan kebahagiaan di dunia, namun kebahagiaan yang lebih agung menanti di akhirat.

"Para ulama bahkan mengingatkan bahwa siapa yang menjadikan hidupnya seperti puasa, penuh kesabaran, pengendalian diri, dan ketaatan, maka Allah akan menjadikan kematiannya seperti hari raya. Artinya, kehidupan yang dipenuhi ibadah akan berujung pada kebahagiaan ketika seseorang kembali kepada Tuhannya," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Perempuan berhijab kelahiran Taba Anyar ini mengungkapkan, Idulfitri bukan sekadar hari kemenangan setelah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga hari syukur atas hidayah yang telah Allah berikan. Umat Islam bersyukur karena diberi kesempatan menjalani Ramadan, membersihkan diri dari dosa, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

"Tradisi saling memaafkan dan bersilaturahim pada hari raya mencerminkan nilai tersebut. Jika Ramadan membersihkan dosa yang berkaitan dengan Allah, maka Idulfitri menjadi momentum untuk membersihkan dosa yang berkaitan dengan sesama manusia. Dengan demikian, seorang mukmin memasuki fase kehidupan baru dengan hati yang lebih bersih," tutur Hj Leni Haryati John Latief.

Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini menambahkan, semangat Ramadan tidak boleh berhenti ketika bulan suci berakhir, komitmen untuk menegakkan nilai-nilai kebaikan harus semakin kuat. Ibadah di masjid serta pengamalan nilai-nilai Islam dalam keluarga harus terus dijaga dan diperkuat.

"Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga hari raya pada tahun ini menjadi awal dari kehidupan yang lebih bermakna bagi diri kita semua, kehidupan yang diarahkan sepenuhnya untuk mencari ridha Allah," tutup Hj Leni Haryati John Latief.