Skip to main content
daerah
Pelaku Perampokan Nasabah Bank di Manna Yang Meninggal Dunia Dijemput Keluarga

Sempat Dikeroyok Massa, 1 Perampok Nasabah Bank di Manna Meninggal Dunia

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulu Selatan, Bengkulutoday.com – AR (31) salah satu dari 4 orang perampok nasabah Bank di Kabupaten Bengkulu Selatan dinyatakan meninggal dunia Kamis (21/3). Pria asal Kecamatan Kayu Agung, Sumatera Selatan tersebut sebelumnya saat kejadian penangkapan Selasa (19/3) lalu dikeroyok massa lantaran tertangkap tangan melakukan aksi perampokan, ia dihujani ditengah keramaian.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo,Sik.MH, melalui Kasat Reskrim AKP Enggarsah Alimbaldi,Sik.MH mengatakan, saat kejadian penangkapan almarhum AR sempat di kroyok masa. Tak berselang lama diamankan aparat AR mengalami sakit dan di di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Hasanuddin Damrah (RSUD-HD) Kota Manna.

"Saat penangkapan terhadap empat pelaku ini, salah satu tersangka yaitu, AR ini sempat di kroyok masa, sehingga harus di larikan ke rumah sakit untuk di rawat. Namun almarhum tidak tertolong, setelah menjalani perawatan 3 hari AR menghembuskan nafas terakhir," jelas Kasat Reskrim.

Sekira pukul 11.30 WIB Jum'at (22/3/2019) jenazah almarhumalmarh AR dijemput dan di bawa pulang oleh pihak keluarga ke tanah kelahirannya di Kecamatan Kayu Agung desa Mesuji Kabupaten Oki Palembang untuk di makamkan.

" Atas meninggalnya salah seorang tersangka spesialis pencurian nasabah Bank ini, dari pihak kepolisian Mapolres Bengkulu Selatan memberikan bantuan bela sungkawa. Bantuan bela sungkawa ini langsung diserahkan oleh Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo SIK MH kepada orang tua almarhum," jelas Kasat Reskrim.

Sebelumnya, AR bersama 3 orang pelaku lainnya ditangkap saat akan melakukan eksekusi pencurian uang nasabah Bank sebesar Rp 100 juta yang ada didalam mobil salah satu korban dari 4 TKP di Kota Manna, yakni di jalan A Yani Kecamatan Pasar Manna.Diduga karena selama ini telah membuat warga di Kabupaten Bengkulu Selatan ini resah atas ulah komplotan ini, sehingga warga pun ramai-ramai berdatangan dan mengejar lalu memukuli pelaku.

"Beruntung saat itu anggota kita yang lainnya cepat datang ke TKP dan berhasil menyelematkan tersangka. Kalau tidak cepat di selamatkan dari keroyokan masa tersebut, bisa jadi saat itu tewas di tempat," jelas Kasat Reskrim. [fong]

 

Facebook comments

Berita Terkait