Rejang Lebong, Bengkulutoday.com - Menghadapi ancaman puncak fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga akhir Agustus 2026, Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong bergerak cepat memperkuat kolaborasi lintas sektoral. Langkah taktis ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi jajaran pejabat utama Polres Rejang Lebong ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rejang Lebong pada Senin (3/8/2026) siang.
Pertemuan yang berlangsung hangat mulai pukul 12.40 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolres Rejang Lebong, AKBP Syahrul Hariady, S.I.K., M.H. Kehadiran rombongan korps bhayangkara tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Damkar Kabupaten Rejang Lebong, Andy Ferdian, S.E., M.Ak., beserta personel jajarannya.
Kapolres Rejang Lebong, AKBP Syahrul Hariady menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan Damkar merupakan instrumen krusial dalam penanganan situasi darurat di lapangan. Menurutnya, perlindungan maksimal kepada masyarakat tidak akan optimal tanpa adanya kolaborasi yang solid antarinstansi terkait.
"Sinergi Polres Rejang Lebong dengan Dinas Damkar merupakan kolaborasi yang sangat penting dalam penanganan situasi darurat, khususnya bencana kebakaran, penyelamatan (rescue), dan evakuasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing," ujar AKBP Syahrul Hariady di hadapan jajaran personel Damkar, Senin (3/8).
AKBP Syahrul mengingatkan pentingnya kewaspadaan ekstra mengingat rilis data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memproyeksikan puncak fenomena El Nino terjadi pada periode akhir Juli hingga Agustus 2026. Wilayah Provinsi Bengkulu menjadi salah satu daerah yang rentan terhadap dampak pemanasan suhu global ini.
"Fenomena El Nino berkaitan erat dengan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini memerlukan kehadiran nyata dan kesiapsiagaan penuh dari pihak terkait, khususnya Damkar dan Polri. Kami meminta personel di lapangan untuk mempercepat jalur koordinasi agar setiap potensi kedaruratan bisa direspons secara cepat dan tepat," tegas Kapolres.
Gayung bersambut, Kepala Dinas Damkar Kabupaten Rejang Lebong, Andy Ferdian, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan kunjungan langsung dari Kapolres beserta Pejabat Utama (PJU) Polres Rejang Lebong. Ia menegaskan kesamaan visi dan cara bertindak mutlak diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penanganan bencana.
"Kami satu persepsi dengan pihak Polres Rejang Lebong. Ini penting guna mewujudkan sinergitas pelaksanaan tugas dalam penanganan kondisi darurat, mulai dari kebakaran pemukiman, bencana karhutla, hingga ancaman kekeringan ekstrem yang membayangi warga," ungkap Andy Ferdian.
Sebagai langkah konkret pascapertemuan ini, Dinas Damkar berkomitmen untuk terus melakukan pengecekan berkala terhadap kesiapan personel serta sarana dan prasarana penunjang. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh armada siap tempur kapan pun masyarakat membutuhkan pertolongan darurat.
Dalam kunjungan strategis ini, Kapolres Rejang Lebong turut didampingi oleh Wakapolres Kompol Risdianta, Kabag SDM Kompol Suraya, Kabag Ops AKP Saiful Ahmadi, Kasat Intelkam AKP Singgih Wirastho, Kasat Reskrim IPTU M. Akhyar Anugerah, Kasat Lantas IPTU Arief Abdullah, dan Kasi Humas AKP Hasan Basri. Sinergitas ini diharapkan menjadi pilar utama dalam menjaga situasi kamtibmas dan keselamatan warga Rejang Lebong selama musim kemarau ekstrem melanda. (**)