SELUMA, BENGKULUTODAY.COM – Pemerintah Desa Talang Kebun, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahap I Tahun 2026 kepada 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Rabu (10/6/2026).
Dalam penyaluran tersebut, bantuan diberikan sekaligus untuk lima bulan, yakni periode Januari hingga Mei 2026. Setiap KPM menerima Rp300 ribu per bulan atau total Rp1,5 juta per orang.
Kepala Desa Talang Kebun, Salaludin, mengatakan jumlah penerima BLT DD tahun ini tetap sebanyak 14 KPM meskipun Dana Desa mengalami pengurangan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
"Hari ini kita membagikan BLT Dana Desa Tahun 2026 untuk lima bulan sekaligus, mulai Januari sampai Mei. Alhamdulillah, meskipun ada pengurangan Dana Desa, sebanyak 14 warga yang memang layak masih bisa menerima bantuan ini," kata Salaludin saat penyaluran bantuan.
Ia meminta para penerima memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok dan keperluan sehari-hari.
Menurutnya, pemerintah desa telah melakukan verifikasi ulang terhadap calon penerima bantuan guna memastikan BLT DD tepat sasaran. Beberapa nama yang sebelumnya menerima bantuan terpaksa dicoret karena dinilai tidak lagi memenuhi kriteria penerima.
"Kami melakukan penyaringan kembali. Ada yang sebelumnya menerima, tetapi setelah diverifikasi ternyata ada warga lain yang lebih layak. Jadi ini bukan karena pilih kasih, melainkan berdasarkan kondisi dan kriteria yang ditetapkan," ujarnya.
Salaludin menegaskan penetapan penerima bantuan dilakukan secara objektif tanpa membedakan latar belakang maupun kedekatan dengan pemerintah desa.
"Kami tidak melihat apakah itu keluarga perangkat desa, BPD, tim sukses, atau yang lainnya. Yang menjadi dasar adalah kelayakan untuk menerima bantuan," tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu. Namun demikian, ia optimistis masyarakat Desa Talang Kebun memiliki ketahanan pangan yang cukup karena sebagian besar masih memiliki lahan pertanian dan perkebunan.
"Kita berharap masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan dari lahan yang dimiliki. Mudah-mudahan kondisi ekonomi yang sulit tidak sampai berdampak besar terhadap ketahanan pangan di desa kita," pungkasnya. (Franky)