Bengkulutoday.com - Pantai Sungai Suci, salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bengkulu Tengah, kini menghadapi masalah serius akibat abrasi. Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang laut yang semakin kuat dan kondisi cuaca ekstrem telah menyebabkan kehilangan area pantai yang signifikan, mengancam keindahan serta keberlanjutan ekosistem di kawasan tersebut.
Dalam wawancara pada Kamis (17/10/24), warga setempat melaporkan bahwa pantai yang dulunya luas kini semakin menyempit. "Dulu kami bisa bermain di pantai lebih jauh, tapi sekarang area yang tersisa semakin kecil," ungkap Sasa, seorang warga Pantai Sungai Suci.
Seorang pengunjung bernama Ijal, yang sering mampir untuk menikmati keindahan Pantai Sungai Suci, juga menyatakan keprihatinannya. "Dulu, pada tahun 2015, daratan yang saya lihat tidak seperti ini. Pantai masih jauh dari pinggir jalan, sekarang pantainya hampir dekat dengan jalan lalu lintas. Hal ini terjadi karena kurangnya penanganan di tepi tebing, sehingga terus menerus mengikis daratan," ucapnya.
Sementara itu, masyarakat setempat berinisiatif untuk menjaga kebersihan pantai dan mengedukasi pengunjung tentang pentingnya melestarikan lingkungan. “Kami berharap dengan kesadaran bersama, Pantai Sungai Suci bisa tetap indah dan aman untuk dinikmati oleh generasi mendatang,” kata Lina, seorang aktivis lingkungan lokal.
Dalam menghadapi tantangan ini, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta sangat penting untuk menemukan solusi yang efektif. Tanpa tindakan nyata, keindahan Pantai Sungai Suci yang menjadi kebanggaan daerah dapat lenyap, Dalam menghadapi ancaman ini, sangat penting bagi semua pihak untuk bersatu. Melalui upaya bersama, diharapkan Pantai Sungai Suci tidak hanya dapat dipertahankan keindahannya, tetapi juga dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan alam dan budaya Kabupaten Bengkulu. (M. Hidayat)