Mata Uang Rupiah Tergantung Pada Tren Global?

Ilustrasi

Bengkulutoday.com - Rupiah merupakan mata uang resmi Negara Republik Indonesia, sama halnya Ringgit Malaysia, Dolar Amerika, Renmibi Cina, Yen Jepang, dan lain sebagainya.

Kemudian, secara umum uang adalah alat pembayaran resmi yang diakui oleh negara yang mengeluarkannya dan negara-negara lain didunia.

Setiap negara memiliki mata uangnya sendiri. Namun dalam perdagangan global hanya terdapat beberapa mata uang saja yang dapst dipergunakan, seperti Dolar Amerika, Euro, Poundsterling, Yen, dan yang terbaru Renmibi meski market Cap nya tidak sebesar 4 mata uanh sebelumnya.

Lalu mengapa rupiah kita bisa terkena efek pengaruh global? Terpengaruh tren global?

Dunia saat ini sudah saling bergantung antara satu negara dengan negara lainnya dalam membangun ekonominya. Indonesia membutuhkan barang-barang manufaktur dari Cina karena murah, Cina membutuhkan Kedelai dari Amerika Serikat. Cina membutuhkan batubara dari Indonesia dan lain sebagainya.

Sayangnya, kebutuhan Indonesia akan barang impor jauh lebih besar dari pada kebutuhan negara lain atas barang dari Indonesia. Sehingga antata Ekspor dan Impor mengalami defisit atau biasa dikenal sebagai Current Account Deficit (CAD). CAD ini dapat mempengaruhi devisa negara yang nantinya digunakan untuk transaksi baik itu ekspor impor, atau pembayaran utang negara dan swasta. Jika devisa mengalami penurunan maka rupiah menjadi tertekan, karena pasar akan merespon bahwa supplat dolar dalam negeri menjadi sedikit alias kering, kemudian para pengusaha atau pelaku ekspor impor akan saling berusaha mengamankan stok dolar mereka.

Sebagaimana prinsip Demand-Supplay dalam ekonomi, maka ketika demand lebih besar dibanding supplay maka harga akan meningkat. Begitu pula rupiah terhadap dolar. Saat demand atas dolar meningkat maka harga dolar akan meningkat sehingga rupiah akan melemah nikai tukarnya terhadap dolar.

Itu dari satu sisi saja, yakni perdagangan.

Bagaimana jika karena efek lainnya?

Misalkan The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) menaikan suku bunga acuannya?

Sebagai negara maju, simpanan di Amerika dianggap lebih Safety dibanding di Indonesia yang sebagai negara berkembang. Maka para investor akan banyak yang mengalihkan dananya pindah ke Amerika Serikat, dan ini akan menimbulkan tingginya demand dolar atas rupiah. Maka hasilnya? Rupiah akan melemah.

Lalu apakah rupiah bisa menguat atas banyak mata uang? Bisa.

Namun harus ada upaya kongkrit terutama volume ekspor harus tinggi. Dan CAD harus positif. Industri manufaktur harus tumbuh jika ingin rupiah meningkat, karena jika ini tumbuh maka permintaan barang komplementer atau bahan baku industri tidak perlu di impor yang dapat meningkatkan demand dolar. Jika demand atas dolar turun, maka supplay dolar akan banyak sehingga rupiah dapat bergerak positif atas dolar.

Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga dapat memberikan gambaran mengapa rupiah mudah terpengaruh oleh trend global. Meski sebenarnya masih banyak case-case yabg dapst dibahas untuk topik ini, namun saya menganggap penjelasan diatas sudah dapat menjelaskan secara keseluruhan

Oleh: Savero Adiel Khadafi Lubis