Lestarikan Budaya Lewat Museum Bengkulu

Wawancara

Bengkulutoday.com - Sebagai lembaga pendidikan dan kebudayaan, Museum Negeri Bengkulu seakan kembali menghidupkan fungsi dan perannya di masyarakat. Meski kehadirannya kurang begitu digemari masyarakat, namun kinerja dan pelayanan tetap jadi prioritas utama.

Seperti dikatakan Kepala Museum, Kinata BR Barus melalui Kepala Bidang Koleksi Museum, Hery Sukoco menjelaskan berbagai macam kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun ini.

"Salah satunya program TK (Taman Kanak-kanak) Pindah Belajar ke museum," ujar Hery, Sabtu (01/02/2020), di Kota Bengkulu.

Program ini mengajak generasi penerus usia dini untuk aktif belajar mengenal kebudayaan dan peninggalan asli Bengkulu.

"Dengan 45 menit per-TK, kita undang seluruh TK se-Kota Bengkulu dengan masing-masing durasi 45 menit perharinya," jelasnya.

Program ini rencananya dimulai pada awal Februaru ini hingga jelang Ramadhan.

"Kita ujicobakan. Nanti jelang Ramadhan kita adakan evaluasi," sampainya.

Hery juga mengungkapkan pihaknya bakal hadir di lembaga pendidikan dengan program Museum Masuk Sekolah.

"Nah kita sosialisasikan juga kepada siswa SD-SMP-SMA. Kita kenalkan dan kita lihat bagaimana mereka tahun akan kebudayaan yang kita miliki, dengan memberikan materi kolektifitas museum hingga pelestarian barang museum," papar Hery.

Tak hanya itu, pihaknya juga bakal memamerkan koleksi di masyarakat dengan Program Pameram Museum dan tengah memetakan potensi peninggalan baru di berbagai daerah sebagai penambahan koleksi museum.

Perpustakaan

Museum Punya Perpustakaan

Saat ini, kehadiran Museum menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan intelektual dan budayawan. Begitu juga pelajar bagi yang ingin mencari referensi dan latar belakang peninggalan budaya daerah, maka Museum Bengkulu menghadirkan perpustakaan mini dengan bermacam-macam referensi koleksi.

"Perpustakaan ini baru kita buka. Kita sediakan lengkap. Ada juga koleksi peninggalan dari daerah lain. Siapa saja bisa masuk kesini dan menjadikan museum sebagai sumber referensi budaya," pungkas Hery.

Pewarta : Bisri Mustofa