Konservasi Penyu Pekik Nyaring Terus Berkembang, Hadapi Abrasi dan Keterbatasan Sarana

Konservasi Penyu

Bengkulu Tengah, Bengkulutoday.com – Upaya pelestarian penyu di Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, terus berkembang berkat kolaborasi antara pengelola konservasi, pemerintah desa, dan masyarakat. Selain menjadi tempat perlindungan satwa yang dilindungi, kawasan konservasi ini juga berkembang sebagai destinasi edukasi dan wisata yang menarik minat pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga wisatawan mancanegara.

Konservasi Penyu Desa Pekik Nyaring menjadi salah satu bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian empat spesies penyu yang hidup di perairan Bengkulu, yakni penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang, dan penyu belimbing. Keberadaan kawasan konservasi ini kini semakin dikenal luas, bahkan telah menjadi lokasi pembelajaran bagi mahasiswa, peneliti, dan tamu dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Belanda, hingga Amerika Serikat.

Pengelola Konservasi Penyu Desa Pekik Nyaring, Zulkarnain, menjelaskan bahwa mekanisme penyelamatan telur penyu kini semakin baik seiring meningkatnya kesadaran masyarakat pesisir.

"Awalnya telur penyu diperoleh melalui tim pencari telur. Namun sekarang kami sudah berkomitmen dengan masyarakat. Jika mereka menemukan telur penyu di pantai, telur tersebut dibawa ke tempat konservasi dengan harga yang telah kami sepakati. Alhamdulillah, masyarakat sudah semakin sadar pentingnya menjaga penyu sehingga telur-telur tersebut tidak lagi dijual ke pasar," ujar Zulkarnain, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, penyu di pesisir Bengkulu tidak memiliki musim bertelur yang tetap karena hampir setiap bulan terdapat penyu yang naik ke pantai untuk bertelur. Meski demikian, puncak musim peneluran biasanya berlangsung pada April hingga Juni. Pada periode tersebut, jumlah penyu yang mendarat dapat mencapai ratusan ekor setiap pekan.

Meski terus menunjukkan perkembangan positif, pengelolaan konservasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Abrasi pantai yang terus terjadi mengancam lokasi peneluran alami penyu, sementara keterbatasan sarana dan prasarana konservasi masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian bersama.

Kepala Desa Pekik Nyaring, Noval Anata, mengatakan pemerintah desa terus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan konservasi melalui berbagai upaya, mulai dari fasilitasi administrasi hingga pengajuan proposal kepada berbagai pihak.

"Pemerintah desa hadir untuk mendukung kegiatan konservasi. Kami membantu dalam proses administrasi maupun pengajuan proposal sehingga kebutuhan konservasi dapat dipenuhi melalui berbagai sumber, termasuk program CSR. Saat ini pengelolaan konservasi juga sudah cukup mandiri," kata Noval.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai mitra menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan konservasi penyu di Pekik Nyaring.

Dengan dukungan tersebut, Konservasi Penyu Desa Pekik Nyaring diharapkan terus berkembang sebagai pusat pelestarian empat spesies penyu di Bengkulu sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda serta destinasi wisata berbasis konservasi yang mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian ekosistem pesisir.

Penulis: Radia Dewi Kartika