Kerajinan Di Klaim Karya BUMDes, Warga Desa Ketaping Protes

Salah satu kerajinan warga Desa Ketaping Yang diklaim karya mitra BUMDes
Salah satu kerajinan warga Desa Ketaping Yang diklaim karya mitra BUMDes

Bengkulu Selatan, Bengkulutoday.com - BUMDes Desa Ketaping, Kecamatan Manna diprotes oleh salah seorang masyarakat desa setempat, lantran mengklaim kerajinan hasil karya BUMDes. Ialah Edwin (40) hasil dari karyanya di bengkel las Daffie diklaim milik BUMDes, padahal ia merasa tidak pernah bermitra maupun bekerja sama dengan badan usaha milik desa tersebut.

"Saya tidak terima, hasil karya tangan saya diklaim karya BUMDes Ketaping, saya tidak pernah dan tidak ada mitra dengan Bumdes," tegas Edwin.

Dijelaskan Edwin dirinya ikut serta dalam simpan pinjam ke Bumdes desa Ketaping, bukan berarti hasil karya pribadinya diatasnamakan oleh BUMDes. Diungkapnnya, karyanya berupa mobil ditampilkan pada pembukaan lomba desa di Desa Ketaping 28 april 2018 yang lalu, setelahnya ia diajak MoU yakni bermitra dengan BUMdes sebagai syarat pemeriksaan dari tim.

"Kalau simpan pinjam dengan pihak bumdes memang saya ada tapi kalo pihak Bumdes mengatakan saya ini bermitra dengan Bumdes jelas tidak dan mobil yang di pajangkan dalam acara lomba desa waktu itu bukan hasil mitra saya dengan pihak Bumdes melainkan itu hasil karya saya pribadi. Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya tidak bermitra kerja dengan pihak Bumdes Desa Ketaping,sedangkan MOU yang pernah di buat itu adalah Mou palsu karena untuk menutupi kebohongan saja," beber Edwin.

Bahkan, dijelaskan Edwin mobil hasil karyanya tersebut membawa desa Ketaping menjadi pemenang di lomba Desa tingkat provinsi itu. Menurut dia, BUMDes Desa Ketaping tidak berhak mengklaim hasil karya orang lain.

"Semua mobil yang di pajangkan saat pembukaan lomba desa yang pernah di hadiri oleh Plt Bupati dan pada acara lomba desa waktu itu semuanya bukan hasil mitra dengan Bumdes Desa Ketaping. Ini baru segelintir kebohongan saja yang saya buka dan masih banyak lagi kebohongan yang terjadi di Desa Ketaping ini,"tutup Edwin.

Sementara itu pihak kecamatan saat di konfirmasi lewat via telpon mengatakan bahwa kalau masalah MOU Palsu itu tidak ada, Mou yang di buat itu tidak terpakai.

"Sebuah MOU yang di buat waktu itu tidak dipakai oleh pihak Bumdes,yang saya sayangkan adalah awalnya kami mau mengangangkat sebuah hasil karya Edwin tersebut melalui lomba desa agar bisa dikenal oleh orang banyak ,akan tetapi kok sebuah niat baik tersebut malah berujung seperti ini," tutur Sekretaris Kecamatan Manna Hendri Farizal. [FONG]

NID Old
5777