Takut dan Rasa Takut yang Produktif

Prof Dr Rohimin

Oleh: Prof. Dr. H. Rohimin, M.Ag., (Direktur Pascasarjana UIN FS Bengkulu, Ketua MUI Provinsi Bengkulu)

Takut dan rasa takut merupakan dua hal yang dibutuhkan dalam keseharian kita, terutama dalam keberagamaan kita, terlebih lagi ketika kita berniat untuk menjadi manusia sempurna yang selalu dalam suasana bertaqarrub kepada Allah SWT. Mungkin tidak semua orang senang dengan takut dan rasa takut, tetapi takut dan rasa takut itu penting, karena ia bagian dari ajaran agama, itulah sebabnya Al-Quran mengakomodir takut dengan berbagai kosa kata yg senada tetapi berbeda muatan makna, antara lain dengan kosa kata al-khauf, al-khashyah, rahaba dan bahkan taqwa. 

Takut dan rasa takut bagian dari ajaran agama. Takut yang direspon Al-quran dikaitkan dalam kontek yang sangat luas, tidak hanya terbatas pada persoalan duniawi seperti takut pada kelaparan, kehilangan jiwa, harta, bencana dan kematian, tetapi meliputi ketakutan religi dan ukhrowi, seperti takut kepada Allah, kesengsaraan ahirat, dan segala balasannya. 

Karena pentingnya takut dan rasa takut, mari kita jadikan takut dan rasa takut itu menjadi produktif dan berdampak pada diri kita. Di balik rasa takut ada rasa aman. Takut sengsara tidak berharta mari kita bekerja, takut basah kita berpayung walau hanya berdaun keladi. Takut berdosa kita hindari, takut berazab kita bertaubat. Takut, rasa takut dan terus takut berarti menjemput sesuatu yang mau direbut. 

Jangan jadikan takut dan rasa takut menjadi ketakutan yang berlebihan, tetapi jadikan takut dan rasa takut menjadi produktif. Jangan jadikan takut membuat kita cemas dan putus asa. Jadikan takut sebagai kehati-hatian. Orang mukmin yang takut berjiwa waspada, awas, sadar, dan kagum. Sebaliknya orang mukmin yang tidak takut dan merasa takut dia akan abai, tidak peduli, dan meremehkan. Jadikan takut dan rasa takut itu produktif. Karena takut dan rasa takut bukan hanya sekedar cobaan tetapi etos dan energi. 

Wallahu a'lam bishsowab.

(Catatan Minggu, 10 April 2022/Diresume secara tematis dari ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang takut)