Tahun 2026, Ini Harapan Senator Leni John Latief untuk Bengkulu

Senator Leni Jhon Latief

Bengkulu, Bengkulutoday.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, tahun 2025 sebagai fase konsolidasi penting bagi pembangunan daerah dan Provinsi Bengkulu telah menunjukan progres yang menggembirakan.

"Bengkulu tidak berjalan di tempat. Di tengah dinamika ekonomi nasional dan global, provinsi kita mampu menunjukkan daya tahan sekaligus harapan, meski masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bersama pada 2026," kata Hj Leni Haryati John Latief, Senin (5/1/2026).

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu ini menjelaskan, angka pertumbuhan ekonomi yang berada pada kisaran 4,5–4,8 persen sepanjang 2025 menandakan aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat di Bumi Merah Putih terus bergerak. 

"Lebih menggembirakan lagi, inflasi berhasil dikendalikan secara sangat baik, bahkan berada di bawah satu persen. Stabilitas harga ini menunjukan daya beli rumah tangga kecil, petani, nelayan, dan pelaku UMKM tetap terjaga," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Mantan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bengkulu ini menekankan, target peningkatan kontribusi UMKM hingga 8 persen perlu terus dikawal, agar pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas.

"Berbagai penghargaan nasional yang diraih sepanjang 2025 mulai dari TPID Award, BAZNAS Award, dan lain-lain adalah bukti tata kelola pemerintahan semakin baik. Semoga ke depan layanan pemerintah lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke pelosok desa," tutur Hj Leni Haryati John Latief.

Mantan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bengkulu ini melanjutkan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu wajah nyata perubahan dimana alokasi anggaran yang besar untuk jalan, jembatan, dan fasilitas publik telah memangkas waktu tempuh dan membuka konektivitas antarwilayah.

"Tapi kita tidak boleh menutup mata terhadap tantangan utama yang masih membayangi seperti pemerataan Indeks Pembangunan Manusia dan pengentasan kemiskinan. Ketimpangan upah, akses pendidikan, dan kualitas layanan dasar antarwilayah masih menjadi pekerjaan besar. Pertumbuhan ekonomi yang stabil harus diikuti dengan distribusi manfaat yang adil, agar tidak ada daerah dan kelompok masyarakat yang tertinggal," ungkap Hj Leni Haryati John Latief.

"DPD RI akan terus menjalankan peran konstitusionalnya, menyerap aspirasi daerah, mengawal kebijakan pusat agar berpihak pada kepentingan Bengkulu, serta mendorong sinergi antarpemerintah. Dengan semangat gotong royong dan komitmen bersama, Bengkulu tidak hanya mampu bertahan, tetapi melangkah lebih maju sebagai provinsi yang religius, bahagia, dan sejahtera," demikian Hj Leni Haryati John Latief.