Setahun Program Bantu Rakyat, RSKJ Soeprapto Bengkulu Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa dan Sosial

Setahun Program Bantu Rakyat, RSKJ Soeprapto Bengkulu Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa dan Sosial

Bengkulutoday.com – UPTD Khusus Rumah Sakit Kesehatan Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu mencatat berbagai capaian signifikan selama satu tahun pelaksanaan Program Bantu Rakyat. Transformasi layanan kesehatan jiwa yang terintegrasi dengan program sosial menjadi fokus utama dalam mendukung visi Pemerintah Provinsi Bengkulu.


Direktur RSKJ Soeprapto, dr. Herry Permana, menyampaikan bahwa selama tahun 2025 pihaknya tidak hanya menitikberatkan pada pelayanan medis, tetapi juga memperluas peran melalui pendekatan preventif dan pemberdayaan masyarakat.


“Laporan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus mendukung program prioritas pemerintah daerah,” ujar dr. Herry.


Dalam pelaksanaannya, RSKJ Soeprapto mengintegrasikan layanan kesehatan jiwa dengan 21 Program Unggulan Pemerintah Provinsi Bengkulu periode 2025–2030. Berbagai inovasi pun telah dijalankan.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah layanan kesehatan gratis berupa cek kesehatan dan konsultasi psikolog yang digelar saat Festival Tabot 2025. Selain itu, rumah sakit juga meluncurkan program RUDABA (Rumah Damping Bahagia) sebagai upaya pemberdayaan dan rehabilitasi pasien agar lebih mandiri.


Tak hanya itu, sejumlah kegiatan sosial turut digencarkan, seperti sedekah nasi bungkus (SENABUNG), santunan anak yatim, gerakan sedekah Rp2.000, hingga penyediaan layanan ambulans gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.


Dalam bidang edukasi, RSKJ Soeprapto memanfaatkan teknologi digital melalui Podcast Sahabat RSKJ sebagai media penyuluhan kesehatan jiwa, khususnya bagi generasi muda.
Layanan khusus juga diberikan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), serta pemeriksaan Pap Smear gratis untuk mendukung deteksi dini kesehatan reproduksi perempuan.


Menurut dr. Herry, pihaknya juga terus melakukan evaluasi melalui survei kepuasan pelayanan guna menyerap aspirasi masyarakat.


“Kami tidak bekerja sendiri. Masukan dari pasien dan keluarga menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” jelasnya.


Koordinasi lintas sektor juga diperkuat melalui rapat koordinasi penanganan masalah sosial dan kesehatan di tingkat provinsi. Selain itu, RSKJ Soeprapto turut aktif dalam aksi tanggap bencana serta kegiatan kebersamaan antarinstansi seperti senam sehat dalam rangka Hari Kesehatan Nasional.
“Capaian ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang proses, kebersamaan, dan kepercayaan masyarakat. Kami berharap setiap langkah yang dilakukan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Bengkulu,” tutup dr. Herry Permana.