Rejang Lebong, Bengkulutoday.com - Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Selupu Rejang menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
Ketua K3S Kecamatan Selupu Rejang, Ira Mamot, S.Pd., mengungkapkan bahwa seluruh kepala sekolah beserta dewan guru di wilayahnya telah bersepakat untuk memberikan kontribusi total, baik dalam hal kepesertaan maupun kepanitiaan teknis di lapangan.
"Kalau untuk di Kecamatan Selupu Rejang, kami K3S sudah rapat kemarin itu dan hasilnya kami sudah mendukung. Hal ini juga sudah kami sampaikan dengan Ibu Camat. Untuk kegiatan 17 Agustus, seluruh kepala sekolah bersiap mendukung kegiatan apa pun bentuknya," ujar Ira Mamot saat diwawancarai, Jumat (31/7/2026).
Ira menambahkan, jika nantinya pihak kecamatan membutuhkan tenaga tambahan untuk kepanitiaan, jajaran K3S dan dewan guru menyatakan siap sedia, khususnya untuk mengomandoi teknis perlombaan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan agenda sejenisnya.
"Kalau memang nanti dibutuhkan kepanitiaan pun kami siap dari seluruh kepala sekolah dan dewan guru, khusus untuk melalui PBB dan lain sebagainya. Guru olahraga kita kan banyak, jadi tidak terlalu repot untuk guru jadi panitia," imbuhnya.
Belajar dari evaluasi perayaan tahun lalu yang sempat memicu kemacetan lalu lintas cukup parah di jalur utama perjalanan, K3S Selupu Rejang mengusulkan adanya rekayasa jadwal dan teknis pelaksanaan. Langkah ini krusial agar kemeriahan pesta kemerdekaan tidak mengorbankan kenyamanan pengguna jalan umum.
"Kita upayakan di Kecamatan Selupu Rejang ini agar kendala macet di perjalanan seperti tahun kemarin bisa diantisipasi. Kalau untuk PBB kan tidak mengganggu. Insya Allah nanti akan kita jalankan dengan mencari teknis bagaimana supaya tidak macet," urai Ira.
Secara khusus, Ira menyoroti pelaksanaan karnaval budaya yang kerap menjadi magnet massa terbesar. Ia mengusulkan agar pelaksanaan karnaval tidak ditumpuk dalam satu hari penuh, melainkan diurai berdasarkan jenjang pendidikan dan kategori peserta.
"Karnaval itu kalau memungkinkan nanti kita batasi atau kita bagi hari, jangan satu hari, jadi tidak macet. Hari ini mungkin untuk anak-anak TK, SD, SMP, atau SMA, besoknya baru kegiatan masing-masing desa. Kalau difulkan satu hari, saya yakin itu jelas macet," cetusnya.
Kendati demikian, Ira menekankan bahwa skema tersebut baru sebatas usulan teknis dari K3S. Keputusan resmi mengenai ragam kegiatan dan jadwal final masih menunggu rapat bersama Camat Selupu Rejang.
"Sementara karena belum rapat final dengan Ibu Camat, mungkin nanti setelah itu baru kita tahu pasti diadakan kegiatan apa saja yang ada di Selupu Rejang. Sementara kalau untuk kegiatan khusus tingkat kecamatan belum (diputuskan)," akunya.
Meski agenda tingkat kecamatan belum ketuk palu, K3S memastikan Selupu Rejang siap ambil bagian dalam agenda di tingkat Kabupaten Rejang Lebong. Berdasarkan hasil rapat di tingkat kabupaten, setiap kecamatan disarankan mengirimkan perwakilan terbaiknya.
"Kami sudah mengikuti rapat di tingkat kabupaten, itu Pak Kepala Dinas menyarankan minimal satu kecamatan harus mengirim dua regu, satu regu putra dan satu regu putri untuk gerak jalan," kata Ira yang juga menjabat sebagai Kepala SDN 46 Rejang Lebong ini.
Terkait atribut publikasi seperti spanduk, pihak sekolah sudah diminta untuk mempersiapkannya.
"Kemarin kami minta untuk membuatkan spanduk, tapi tema belum ditentukan menurut keputusan dari Pak Plt Bupati kita. Nanti baru dibuat tema," jelasnya.
Sementara itu, untuk tingkat satuan pendidikan, kemeriahan HUT RI dipastikan akan tetap semarak secara internal. Khusus di SDN 46 Rejang Lebong, Ira membeberkan deretan perlombaan khas yang telah dirancang untuk para siswa.
"Kalau untuk acara kegiatan 17-an khusus di sekolah, kami mengadakan lomba estafet kardus, lomba tiup cup, lomba estafet cup pipet, lomba pancing kerupuk, lomba sarung balon, dan lomba joget balon," paparnya.
Ira Mamot memberikan pesan mendalam mengenai esensi peringatan kemerdekaan bagi generasi masa kini. Menurutnya, perjuangan hari ini tidak lagi dengan mengangkat senjata, melainkan dengan merawat semangat nasionalisme melalui kontribusi positif.
"Kita sebagai warga negara Indonesia yang baik dan benar harus mengisi kemerdekaan ini tidak harus dengan cara seperti para pejuang dulu. Kita cukup memeriahkan saja hari kemerdekaan ini, itu sudah termasuk salah satu cara kita untuk mengisi kemerdekaan," tegasnya.
Ia pun mengetuk kesadaran kolektif seluruh elemen pendidikan di bawah naungan K3S dan para kepala sekolah untuk saling bahu-membahu menyukseskan gelaran tahunan ini.
"Pesan kami kepada seluruh K3S dan termasuk kepala sekolah agar semuanya berkontribusi dalam kegiatan ini, karena ini merupakan hari besar yang harus kita peringati setiap tahun. Merebut kemerdekaan itu luar biasa perjuangan para pendahulu kita. Kita sebagai generasi yang masih bisa mengisi, mari kita isi bersama-sama. Mari kita memeriahkan hari kemerdekaan ini dengan semeriah mungkin, dengan catatan tidak mengganggu aktivitas yang lain," demikian Ira Mamot.