Bengkulutoday.com - Di tengah beragam pilihan oleh-oleh khas Bengkulu, kue tat tetap menjadi salah satu kuliner favorit yang tidak pernah kehilangan penggemarnya. Kue berbahan dasar tepung, telur, dan selai nanas ini memiliki cita rasa manis yang khas serta tekstur padat yang menjadikannya sebagai ikon kuliner tradisional Bengkulu. Tidak hanya dikenal sebagai makanan khas, kue tat juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bengkulu yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Salah seorang pembuat kue tat, Zuliyani, telah menggeluti usaha tersebut sejak tahun 2014 hingga sekarang. Ia mengaku mempertahankan usaha ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga sebagai upaya menjaga warisan kuliner khas Bengkulu agar tetap dikenal oleh masyarakat luas. Baginya, kue tat memiliki nilai budaya yang harus terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman.
“Awalnya saya membuat kue tat ini untuk menghidupi keluarga saya, dan alhamdulillah sampai sekarang masih saya pertahankan. Saya tetap mengusahakan agar rasa dari kue tat ini tetap sama seperti yang dulu, hanya menambahkan sedikit bahan agar rasanya lebih enak. Yang penting peminatnya tetap merasa puas dan senang saat memakannya,” ujarnya, Senin (27/7/2026)
Untuk mempertahankan cita rasa tersebut, Zuliyani selalu menggunakan bahan-bahan berkualitas dan mempertahankan resep yang telah digunakan selama bertahun-tahun. Dengan cara itu, rasa khas kue tat tetap terjaga dan mampu memuaskan pelanggan. Konsistensi dalam menjaga kualitas menjadi alasan mengapa kue tat buatannya masih banyak diminati hingga saat ini.
Sementara itu, salah satu pelanggan setia, Veti, mengaku selalu membeli kue tat setiap kali pulang ke Bengkulu. Menurutnya, rasa manis yang pas, tekstur kue yang padat, serta selai nanas yang melimpah menjadi alasan utama dirinya menjadikan kue tat sebagai oleh-oleh favorit. “Rasa kuenya enak, padat dan nanasnya juga kerasa banget, jadi medok gitu dan kalau makan kue ini pasti selalu kenyang,” ujarnya.
Dengan cita rasa yang khas dan nilai budaya yang melekat, kue tat terus bertahan sebagai salah satu kebanggaan kuliner Bengkulu. Dari tangan para pembuat hingga dinikmati oleh masyarakat dan wisatawan, kue tradisional ini menjadi bukti bahwa warisan kuliner daerah tetap dapat lestari di tengah perkembangan zaman. Selama masih ada yang menjaga kualitas dan mencintainya, kue tat akan terus menjadi simbol kehangatan sekaligus identitas khas Bengkulu.
Penulis : Muhamad Arif Fadilah