Jaga Kondusivitas, Lapas Curup Perketat Sistem Pengamanan

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, Selasa (7/7/2026).(Bengkulutoday.com/Hendra)

Rejang Lebong, Bengkulutoday.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup terus memperketat sistem pengamanan internal guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib). 

Langkah ini diambil di tengah kondisi rasio jumlah petugas pengamanan yang dinilai masih sangat timpang jika dibandingkan dengan total warga binaan yang menghuni Lapas.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, mengungkapkan bahwa struktur pengamanan di dalam Lapas saat ini bertumpu pada satuan pengamanan yang dibagi ke dalam beberapa regu. Meski demikian, keterbatasan jumlah personel di setiap regu menjadi tantangan tersendiri.

"Terkait pengamanan di dalam Lapas, ini sudah ada satuan pengamanan. Di bawah satuan pengamanan Lapas ada regu, kemudian satu regunya beberapa orang. Dengan kondisi perbandingan dengan penghuni, tentunya sangat timpang sekali," ujar Untung saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (7/7/2026).

Untuk menyiasati ketimpangan tersebut dan menekan titik rawan, pihak Lapas memaksimalkan sumber daya yang ada dengan menerapkan sistem piket bantuan serta mengintensifkan kontrol keliling. 

Tidak hanya mengandalkan kekuatan internal, Lapas Kelas IIA Curup juga membangun sinergi lintas sektoral dengan aparat penegak hukum lainnya.

"Kita perbantukan pengamanan bantuan piket, kontrol, kemudian juga bekerja sama dengan pihak kepolisian Polres Rejang Lebong dan TNI untuk membantu dalam pengamanan di Lapas," jelasnya.

Untung menegaskan, deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtib tetap menjadi prioritas utama yang melekat pada tugas regu pengamanan. Pengawasan ketat juga diberlakukan pada pintu masuk guna memutus mata rantai penyelundupan barang-barang terlarang, seperti narkoba dan telepon seluler (HP) ilegal yang kerap memicu tindak penipuan dari dalam Lapas.

"Kita antisipasi mulai dari pemeriksaan, penggeledahan barang-barang, hingga orang yang masuk. Jangan sampai ada barang dilarang masuk ke dalam yang tentunya bisa disalahgunakan oleh para warga binaan," tegas Untung.

Peningkatan fasilitas penunjang di titik-titik rawan juga terus dilakukan, mulai dari optimalisasi sarana dan prasarana hingga penambahan lampu penerangan guna memastikan kondisi Lapas tetap aman dan kondusif.

Di sisi lain, Untung menyatakan bahwa pihak Lapas berkomitmen penuh menjaga integritas lembaga dengan bersikap responsif terhadap setiap informasi atau aduan yang berkembang di tengah masyarakat. Ia memastikan setiap rumor atau laporan mengenai pelanggaran di dalam Lapas akan langsung diinvestigasi.

"Begitu ada informasi, kami turun langsung, cek kebenarannya. Kami juga langsung mengadakan pemeriksaan kepada yang bersangkutan. Jadi kalaupun ada indikasi keterlibatan (petugas/warga binaan), pasti akan kami tindak sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Kalapas.

Pihak Lapas pun membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat luar yang ingin menyampaikan keluhan maupun laporan terkait pelayanan penegakan hukum di Lapas Curup.

"Apabila ada informasi yang negatif atau ada yang merasa dirugikan oleh pelayanan Lapas, silakan hubungi call center pengaduan. Saluran aduan sudah kami publikasikan di media sosial, maupun lewat papan informasi yang dipasang di area depan Lapas," pungkasnya. (Hendra)