Diduga Diprovokasi Ajudan, Seorang Sopir Pejabat Ditampar Rekannya Berujung Lapor Polisi

Diduga Diprovokasi Ajudan,Seorang Sopir Pejabat Ditampar Rekannya Berujung Lapor Polisi

Bengkulu Selatan, Bengkulutoday.com - Insiden kekerasan berupa penamparan salah seorang sopir inisial MR (33) terjadi di lingkungan Pemda Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin (12/1/2026).

Penamparan dilakukan oleh rekan MR sesama sopir pejabat, inisial Ro, sekitar pukul 09.45 WIB. Penamparan dipicu oleh salah seorang ajudan inisial RT yang menarik korban ke arah Ro.

MR saat hubungi via sambungan telepon mengisahkan, saat itu, Senin (12/1/2026), pukul 09.00 WIB berlangsung acara kedinasan di lapangan Pemda Bengkulu Selatan.

“Saat itu sedang berlangsung acara kedinasan pelantikan sejumlah pejabat oleh bupati. Saya di lapangan tiba-tiba saya ditarik oleh salah seorang ajudan inisial RT,” ujar MR mengisahkan.

Ia sempat menolak saat ditarik oleh ajudan inisial Rt dengan alasan sedang bersiaga di lapangan. Namun selain ditarik RT, memaksa MR masuk ke gedung Pemda lalu naik ke lantai dua.

“Sesampai di lantai dua, sudah ada Ro. Ro ini juga sopir. Saat ketemu Ro langsung menarik kerah baju lalu menampar pipi kanan saya,” ungkap MR.

MR tidak mengetahui secara pasti penyebab Ro menampar MR. Namun ia menduga memang keduanya memiliki masalah sepele yang dibesar-besarkan pihak-pihak lain.

“Kami berdua punya masalah lama, sepele namun dibesar-besarkan pihak lain mungkin itu penyebab Ro menampar saya,” katanya.

Tarik Golpami, sopir Bupati Bengkulu Selatan, saksi mata yang melihat kejadian itu membenarkan bahwa Ro menampar pipi MR.

“Saya melihat memang MR dibawa oleh RT ke lantai dua ke arah Ro. Sampai di lantai dua Ro menampar pipi MR lalu kami lerai. Saya tidak tahu pasti penyebabnya namun penamparan itu saya lihat,” jelas Tarik.

Tidak terima tindakan penamparan itu, MR melapor ke Mapolres Bengkulu Selatan. MR melengkapi laporannya dengan bukti visum berupa lebam di pipi kanan, serta rekaman CCTV di kantor bupati yang merekam MR ditarik oleh RT dibawa ke Ro menuju lantai dua.

“Sudah saya laporkan secara resmi ke polisi,” tutup dia.