BENGKULU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi hingga April mendatang. Seluruh personel dan peralatan penanggulangan bencana kini disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.
Kepala BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah peralatan utama yang siap digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi situasi darurat. Peralatan tersebut juga telah terangkut bersama armada operasional untuk memudahkan mobilisasi saat penanganan bencana.
Menurutnya, sedikitnya terdapat sekitar 10 unit peralatan kebencanaan yang telah disiapkan, mulai dari sarana evakuasi hingga perlengkapan pendukung lainnya. Seluruh peralatan tersebut dipastikan dalam kondisi siap pakai.
“Kurang lebih 10 alat sudah kami siapkan dan didukung seluruh armada. Semua personel juga dalam kondisi standby, baik yang berada di lapangan maupun di kantor,” ujar I Made Ardana.
Selain kesiapan personel dan peralatan, BPBD Kota Bengkulu juga mengoptimalkan layanan call center sebagai pusat pengaduan masyarakat apabila terjadi kondisi darurat. Melalui layanan ini, warga dapat melaporkan kejadian bencana sehingga petugas dapat segera melakukan penanganan.
Di sisi lain, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar turut berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana di lingkungan masing-masing. Terutama bagi para ketua RT dan RW untuk mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong.
Warga diminta rutin membersihkan saluran air dari sampah, memangkas dahan atau pohon yang sudah tua dan berpotensi tumbang, serta memastikan kondisi lingkungan sekitar rumah tetap aman saat hujan deras dan angin kencang.
Imbauan tersebut sejalan dengan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa wilayah Bengkulu masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang hingga April mendatang, yang dapat disertai angin kencang.
BPBD berharap kesiapsiagaan pemerintah dan kepedulian masyarakat dapat berjalan seiring, sehingga potensi risiko bencana seperti banjir maupun pohon tumbang dapat diminimalkan. Dengan begitu, keamanan dan keselamatan warga tetap dapat terjaga selama musim penghujan berlangsung. (Adv)