Dari Sampah Jadi Tabungan, Inovasi Bank Sampah PKH Nusa Indah Dapat Apresiasi Katimprov Bengkulu

Dari Sampah Jadi Tabungan, Inovasi Bank Sampah PKH Nusa Indah Dapat Apresiasi Katimprov Bengkulu

Bengkulutoday.com – Inovasi Bank Sampah yang dikembangkan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, mendapat apresiasi dari Ketua Tim Provinsi (Katimprov) PKH Bengkulu. Apresiasi tersebut disampaikan saat Katimprov PKH Bengkulu, Asih Nurwahyuni, meninjau langsung pengelolaan Bank Sampah, untuk melihat sistem pengelolaan, manfaat, serta dampaknya terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Asih Nurwahyuni mengatakan, Bank Sampah tidak hanya berperan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi bagi KPM melalui pemanfaatan sampah yang memiliki nilai jual. "Kunjungan hari ini bertujuan untuk melihat sejauh mana inovasi pengelolaan sampah yang sudah berjalan, bagaimana manajemennya, serta manfaat yang dirasakan oleh KPM. Harapannya, program ini dapat menjadi kegiatan produktif yang memberikan tambahan penghasilan sehingga KPM tidak hanya bergantung pada bantuan sosial," ujarnya. Rabu (15/7/2026).

Bank Sampah Nusa Indah merupakan inovasi yang digagas Pendamping PKH Kelurahan Nusa Indah, Yuliana. Program tersebut mulai berjalan pada 2025 setelah tersedia gudang penyimpanan, meski telah direncanakan sejak 2023. Setiap hari Sabtu, warga menyetorkan sampah yang telah dipilah, seperti plastik, kertas, dan kaleng. Hasil penjualannya dicatat dalam buku tabungan masing-masing nasabah.
Yuliana menjelaskan, sistem tabungan membuat hasil penjualan sampah dapat dikumpulkan hingga bernilai cukup besar. 

"Setiap nasabah memiliki buku tabungan untuk mencatat hasil penjualan sampahnya. Tabungan tidak langsung dicairkan setiap kali penyetoran agar jumlahnya lebih besar saat diambil. Alhamdulillah, ada nasabah yang berhasil mengumpulkan tabungan hingga sekitar Rp1 juta dalam setahun," katanya. 

Saat ini, Bank Sampah juga telah bekerja sama dengan mitra yang menerima hampir seluruh jenis sampah yang telah dipilah.Menurut Asih, inovasi Bank Sampah yang dikembangkan Pendamping PKH Kelurahan Nusa Indah telah sejalan dengan Rencana Hasil Kerja (RHK) poin 3.2 tentang pendampingan, mediasi, dan fasilitasi kepada KPM PKH dalam mendorong perubahan perilaku menuju pola pikir yang mandiri dan produktif. Ia berharap inovasi serupa dapat diterapkan di wilayah lain sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus membantu mengurangi timbunan sampah di lingkungan.

Penulis: Indri Ayunda Putri