Seluma, Bengkulutoday.com – Dinamika antara pemerintah desa dan pihak kecamatan di Sukaraja akhirnya mencair. Setelah sebelumnya seluruh kepala desa kompak memboikot Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) yang digelar Selasa (10/2/2026), APDESI Kecamatan Sukaraja menggelar rapat koordinasi dan klarifikasi bersama Camat Sukaraja, jajaran Polsek Sukaraja, serta pendamping desa, Kamis (12/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Bukit Peninjauan II itu dirangkaikan dengan silaturahmi menyambut bulan suci Ramadan dan berlangsung dalam suasana kondusif serta humanis.
Sebelumnya, ketidakhadiran seluruh kepala desa dalam Musrenbangcam disebut sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan terkait pengalokasian Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), khususnya menyangkut penghasilan tetap (siltap) kepala desa dan perangkat desa.
Dalam forum klarifikasi tersebut, APDESI Sukaraja secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada Camat Sukaraja atas ketidakhadiran para kepala desa pada agenda Musrenbangcam.
Kepala Desa BP II, Tamyiz, menyampaikan bahwa permohonan maaf tersebut telah diterima dengan baik.
“Alhamdulillah rapat berjalan lancar, kondusif dan humanis. Permohonan maaf APDESI Sukaraja telah diterima oleh Bapak Camat,” ujar Tamyiz berdasarkan hasil notulensi rapat.
Selain membahas klarifikasi, pertemuan juga difokuskan pada percepatan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Camat dan pendamping desa memberikan arahan agar seluruh pemerintah desa segera menyusun APBDes sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam diskusi tersebut, para kepala desa turut membahas pengalokasian siltap dan tunjangan perangkat desa. Disebutkan, pengaturan siltap dapat dialokasikan secara maksimal hingga golongan 2A, dengan menyesuaikan kondisi kemampuan keuangan desa, terutama untuk proyeksi pembiayaan tujuh hingga delapan bulan ke depan.
Melalui dialog tersebut, kedua belah pihak sepakat menjaga komunikasi dan kondusivitas demi kelancaran pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah kecamatan ke depan. (Franky Adinegoro)