Bengkulu, Bengkulutoday.com– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi meningkatnya intensitas hujan di sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu pada periode 11 hingga 18 Desember 2025. Kondisi ini dipicu oleh perkembangan dinamika atmosfer yang menunjukkan aktivitas cuaca ekstrem.
BMKG mengidentifikasi Bibit Siklon Tropis 918 yang terpantau di Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu. Bibit siklon ini memicu konfluensi atau pertemuan massa udara serta belokan angin yang memperkuat pembentukan awan-awan hujan di wilayah Bengkulu.
“Bibit Siklon 918 turut diperkuat oleh gelombang atmosfer dan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO). Selain itu, suhu muka laut yang hangat di kisaran 29–30°C dan kondisi IOD negatif memastikan tambahan suplai uap air ke atmosfer,” jelas Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati Soekarno Bengkulu, Tri Widiarto, Rabu (10/12/2025).
Tri menegaskan kondisi ini menyebabkan tingkat kelembapan udara di seluruh lapisan atmosfer menjadi sangat tinggi, sehingga memicu peningkatan potensi pembentukan awan hujan, terutama di wilayah pesisir barat.
BMKG memetakan sejumlah daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, meliputi: Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur
“Wilayah-wilayah tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan karena potensi banjir, banjir bandang, maupun longsor bergantung pada tingkat kerentanan masing-masing daerah,” ujar Tri.
Melihat ancaman cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk:
1. Meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berjalan aman.
2. Memantau informasi terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial @infobmkgbengkulu, atau layanan call center Stasiun Meteorologi Fatmawati di 08117328773.
3. Mengacu hanya pada informasi resmi BMKG, serta tidak mudah mempercayai kabar cuaca dari sumber yang tidak kredibel.
“Kami minta masyarakat tetap tenang namun waspada. Informasi resmi dari BMKG akan terus diperbarui secara real time,” tutup Tri Widiarto.