Seluma, Bengkulutoday.com - Jelang hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke tujuh puluh satu tahun, warga di Desa Sekalak Kecamatan Seluma Utara Kabupaten Seluma ternyata belum mengakui bahwa mereka sudah merdeka. Paalnya mereka belum dapat menikmati kemerdekaan sebagaimana yang mereka inginkan.
Hal ini dikarenakan masyarakat di Desa Sekalak hampir tidak pernah disentuh pembangunan. Masyarakat di daerah itu harus berjalan kaki sepanjang 60 kilo meter menuju pusat Kecamatan Seluma Utara untuk menjual hasil perkebunannya, jalan yang tidak memadai itu membuat kendaraan bermotor baik roda dua apalagi roda empat tidak dapat melintas.
Di saat musim hujan tiba, kondisi jalan menjadi semakin parah karena licin dan berlumpur, ditambah banyaknya tanjakan dan turunan tajam serta jembatan yang sudah tidak layak untuk dilewati lagi. Tak hanya sebatas masalah jalan, ternyata warga didaerah itu juga terisolir karena akses telekomunikasi yang sangat buruk, tidak semua tempat di desa itu terdapat jaringan telekomunikasi, hanya tempat-tempat dengan ketinggian tertentu saja yang terdapat signal itupun tidak memungkinkan untuk membuat komunikasi menjadi lancar.
Kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya jaringan listrik didesa terebut, seperti yang terjadi di Desa Batu Ampar yang bersebelahan dengan Desa Sekalak yang belum dialiri listrik sama sekali.
Kepala Desa Batu Ampar, Darmawi mengatakan, pembangunan infrastruktur menuju dusunnya jarang dibenahi pemerintah setempat. Akibatnya, warga, guru dan siswa mengalami kesulitan mencari akses keluar dan juga mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas belajar- mengajar.
"Warga jadi malas akibat infrastruktur buruk padahal janji pemerintah membagun dari desa, sekarang kita sudah 71 tahun merdeka. " Ujarnya Sabtu (13/08/2016).
Akibat dari kekurangan fasilitas didesa tersebut, Ia mengklaim satu sekolah di desa tersebut tidak semuanya hafal lagu "Indonesia raya".
Sementara anggota dewan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yos Sudaro, M. Si mengklaim selalu menyampaikan kekeluhan warga. Ironisnya, hingga saat ini belum digubris pemda setempat.
"Hasil sidak bersama rekan-rekan dilapangan hampir setiap paripurna saya sampaikan, tapi sampai sekarang tidak ada jawabannya," Kesal Yos, saat dijumpai dikediamannya, Kamis (04/08/2016) lalu. (Ar)