ARGA MAKMUR – Lapas Kelas IIB Arga Makmur memanfaatkan sampah anorganik menjadi polybag sederhana untuk mendukung kegiatan pertanian dan program ketahanan pangan di lingkungan lapas, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di area beranggang Lapas Arga Makmur tersebut melibatkan warga binaan yang tergabung sebagai tamping kegiatan kerja. Mereka mendapat pendampingan dan pengawasan langsung dari petugas kegiatan kerja.
Proses pemanfaatan sampah dimulai dengan pengumpulan dan pemilahan barang bekas yang masih layak digunakan. Kemasan plastik, kantong plastik berukuran besar, hingga wadah bekas dipilih untuk diolah kembali menjadi media tanam.
Sampah anorganik yang telah dikumpulkan kemudian dibersihkan dan dibentuk menjadi polybag sederhana. Hasilnya akan digunakan sebagai wadah penanaman berbagai komoditas hortikultura di area pertanian lapas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R). Selain menekan volume sampah, pemanfaatan barang bekas juga dinilai mampu mengurangi kebutuhan sarana pertanian dalam pelaksanaan program ketahanan pangan.
Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
Melalui kegiatan ini, warga binaan didorong untuk meningkatkan kreativitas, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta kemampuan memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Polybag hasil pengolahan sampah anorganik selanjutnya akan digunakan untuk mendukung budidaya tanaman di area pertanian dan beranggang Lapas Arga Makmur. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaksanaan program ketahanan pangan.
Yulian Fernando menegaskan, kegiatan pengelolaan sampah produktif akan terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan lapas.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Warga binaan yang terlibat juga berpartisipasi aktif dalam proses pemilahan hingga pengolahan sampah menjadi media tanam yang dapat dimanfaatkan kembali.