Serap Aspirasi Tokoh NU Bengkulu Tengah, Destita Dorong Beasiswa, Pemberdayaan Pemuda, dan Kesiapsiagaan Cuaca Ekstrem

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M, melaksanakan pertemuan penyerapan aspirasi bersama tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bengkulu Tengah.

Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M, melaksanakan pertemuan penyerapan aspirasi bersama tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Rumah Aspirasi Destita, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu, Jumat malam (2/1/2026), pukul 19.00 hingga 21.30 WIB.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh NU Kabupaten Bengkulu Tengah, didampingi Tini Rahayu, serta menjadi bagian dari rangkaian Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) Destita Khairilisani dalam rangka menjalankan fungsi representasi, pengawasan, dan pemberian rekomendasi kebijakan di tingkat nasional.

Dalam dialog tersebut, para tokoh NU menyampaikan berbagai isu strategis yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait penguatan kehidupan keagamaan, akses beasiswa pendidikan, pemberdayaan pemuda, keterbatasan lapangan kerja, hingga meningkatnya risiko cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga Februari 2026.

Tokoh NU menilai peran organisasi keagamaan sangat penting dalam menjaga moderasi beragama, persatuan umat, serta pembinaan karakter generasi muda. Namun, mereka berharap adanya dukungan pemerintah yang lebih kuat terhadap kegiatan keagamaan dan program pembinaan umat, terutama di daerah.

Selain itu, para peserta pertemuan mendorong perluasan akses dan kuota beasiswa pendidikan bagi santri, pelajar, dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Beasiswa dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang masa depan generasi muda di Bengkulu Tengah.

Isu ketenagakerjaan juga menjadi sorotan utama. Para tokoh NU menyampaikan keterbatasan lowongan kerja di daerah yang berdampak pada tingginya angka pengangguran pemuda. Mereka berharap pemerintah dapat memperbanyak program pelatihan kerja, pemberdayaan ekonomi, serta kewirausahaan berbasis pesantren dan organisasi keagamaan.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026 turut disampaikan. Cuaca ekstrem dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas ibadah, proses pendidikan, serta kegiatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, tokoh NU mendorong peningkatan edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan berbasis komunitas keagamaan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Destita Khairilisani menegaskan bahwa peran tokoh agama sangat strategis dalam pembangunan sosial dan ketahanan masyarakat. Ia berkomitmen untuk menghimpun seluruh masukan yang disampaikan sebagai bahan rekomendasi kebijakan di tingkat nasional.

“Aspirasi para tokoh NU ini sangat penting, mulai dari penguatan kehidupan keagamaan, pendidikan, kepemudaan, hingga kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Semua ini akan kami kawal dan sampaikan kepada kementerian dan lembaga terkait sesuai kewenangan DPD RI,” ujar Destita.

Ia juga mendorong sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi keagamaan dalam pemberdayaan pemuda serta penguatan ekonomi umat, agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Destita menambahkan, isu mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem perlu menjadi perhatian bersama. Pelibatan tokoh agama dan organisasi keagamaan dinilai penting dalam memperkuat edukasi kebencanaan dan ketahanan sosial masyarakat di tingkat akar rumput.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi dan kolaborasi dalam memperjuangkan aspirasi umat dan masyarakat Bengkulu Tengah. Destita berharap hasil pertemuan ini dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bengkulu.