SELUMA, BENGKULUTODAY.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma sepanjang tahun 2025 tercatat cukup aktif melaksanakan berbagai program peningkatan sarana dan prasarana sekolah dasar.
Kegiatan tersebut meliputi pengadaan aplikasi media pembelajaran, pembuatan website sekolah, desain lambang sekolah, pengadaan papan merek SD, bantuan buku sumatif/LKS, alat olahraga, alat kesenian, hingga rehabilitasi ruang belajar.
Salah satu sekolah penerima program tersebut adalah SD Negeri 65 Seluma.
Kepala SDN 65 Seluma, Herminto, mengatakan sekolahnya menerima sejumlah bantuan yang mendukung kegiatan belajar mengajar maupun pengembangan minat siswa.
“Bantuan yang kami terima di antaranya alat kesenian berupa satu set drum band, buku LKS, aplikasi pembelajaran, serta bantuan rehabilitasi ruang kelas,” kata Herminto saat diwawancarai, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, untuk sektor infrastruktur, sekolah telah mendapatkan rehabilitasi beberapa ruang belajar secara bertahap. Sebelumnya sekolah menerima rehab tiga ruang kelas, kemudian kembali mendapat rehabilitasi dua lokal pada program lanjutan.
Di bidang pembelajaran, sekolah juga memperoleh bantuan buku sumatif atau LKS untuk siswa kelas IV, V, dan VI. Buku tersebut dibagikan kepada seluruh siswa dengan sistem pinjam pakai guna menunjang kegiatan belajar.
“Setiap siswa mendapatkan buku, namun digunakan dengan sistem pinjaman agar dapat dipakai berkelanjutan dalam pembelajaran,” ujarnya.
Selain sarana akademik, bantuan juga menyasar kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah menerima perlengkapan olahraga seperti bola, raket badminton, perlengkapan kasti, serta satu unit matras.
Herminto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Seluma melalui Dikbud atas perhatian terhadap kebutuhan sekolah dasar di daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah membantu kebutuhan sekolah dan anak didik kami,” katanya.
Meski telah menerima berbagai bantuan, pihak sekolah masih mengusulkan tambahan rehabilitasi ruang belajar. Ia menyebut masih terdapat beberapa ruang kelas lama yang tetap digunakan namun membutuhkan perbaikan.
“Masih ada beberapa lokal yang perlu direhab. Kondisinya masih dipakai dan layak, tetapi memang sudah waktunya diperbarui,” ujarnya. (Franky Adinegoro)