SDN 24 Sukaraja Akui Terkendala Guru Koding, Sambut Positif Kebijakan Coding dan AI

Kepala SDN 24 Sukaraja, Kabupaten Seluma, Yanmar Eksan. (Bengkulutoday.com/Franky Adinegoro)

Seluma, Bengkulutoday.com — Penerapan mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) sebagaimana diamanatkan dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 disambut positif oleh pihak sekolah. Namun, keterbatasan sumber daya guru masih menjadi tantangan utama di lapangan.

Kepala SDN 24 Sukaraja, Kabupaten Seluma, Yanmar Eksan, mengatakan bahwa hingga saat ini sekolahnya belum melaksanakan pembelajaran koding dan AI. Meski demikian, pihak sekolah telah menerima informasi bahwa mata pelajaran tersebut akan diterapkan secara bertahap mulai tahun ajaran 2025–2026.

“Untuk coding ini memang belum kami laksanakan. Persiapan kami terkendala pada tenaga pengajar. Guru yang benar-benar memiliki kompetensi di bidang pemrograman masih sangat minim, bahkan bisa dikatakan belum ada,” ujar Yanmar saat ditemui, Sabtu (13/12/2025).

Ia menjelaskan, sebagian guru hanya memiliki kemampuan dasar dalam mengoperasikan komputer. Namun, untuk penguasaan koding yang berkaitan dengan pemrograman atau pembuatan aplikasi, kemampuan tersebut belum dimiliki oleh tenaga pendidik di sekolahnya.

Menurut Yanmar, kondisi ini tidak hanya dialami SDN 24 Sukaraja, tetapi juga kemungkinan besar dirasakan oleh banyak sekolah dasar lainnya, khususnya di wilayah kecamatan. Ia berharap pemerintah melalui dinas pendidikan dapat memberikan solusi konkret, salah satunya melalui pelatihan khusus bagi guru.

“Ke depan kami belum tahu apakah akan ada pelatihan khusus dari pemerintah atau pihak terkait. Itu yang kami harapkan, karena kebijakan ini tentu membutuhkan kesiapan SDM,” katanya.

Dari sisi sarana prasarana, Yanmar menyebutkan bahwa SDN 24 Sukaraja relatif siap. Sekolah tersebut memiliki sekitar 25 unit komputer yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran koding dan AI.

“Komputer kurang lebih ada 25 unit, itu sudah siap. Tinggal guru kodingnya yang memang masih menjadi kendala utama,” ujarnya.

Meski demikian, Yanmar menilai kebijakan pemerintah memasukkan koding dan AI ke jenjang pendidikan dasar sebagai langkah besar dan sangat relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami menanggapinya dengan sangat antusias. Ini lompatan luar biasa dari pemerintah dan sangat sesuai dengan era digital. Kalau ini bisa berjalan lancar, tentu sangat baik untuk masa depan anak-anak,” ujarnya. (Franky)