Oleh : Firmansyah
Penanganan bencana banjir dan longsor di Bengkulu belum rampung. Masih ada pekerjaan rumah yang tak selesai digarap oleh kita.
107 Kepala Keluarga (KK) atau 401 jiwa masih bermalam di tenda pengungsian Desa Genting, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Lokasi pengungsian dalam teori-teori disaster manajemen wajib layak. Semua kebtuhan manusia tersiapkan. Mulai dari dapur umum, MCK hingga tempat bercinta memadu hubungan biologis. Semua harus bersih dan sehat. Itu standar yg disepakati organisasi internasional.
Yah, tak usah tinggi-tinggi targetnya sampai ada tempat bercinta. Tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) sudah bersyukur.
Pengungsian di Desa Genting cukup mengkhawatirkan sampah berserakan, lalat berterbangan, bahkan tempat air bersih campur baur dengan pembuangan sampah.
Jangan anda bertanya di mana pengungsi itu buang hajat, simpel mereka akan menunjuk sebuah sungai kecil di bagian kiri lembah lokasi pengungsian. Tidak ada fasilitas MCK yang harum dan semriwing layaknya hotel bintang 5. Hehehe..
Logistik di lokasi cukup berlimpah, makanan, serta air minum yg tentu masih dibutuhkn. Jangan kirim pakaian bekas karena nyaris tak banyak membantu. Alih-alih hanya menjadi sampah di posko pengungsian.
Layaknya bencana, posko pengungsian nyaris tanpa manajemen bencana yg baik. Bantuan datang diserahkan pada posko, lalu warga yang membagikan. Kita tahu mereka telah lelah, trauma bencana, masih juga dibebani tugas manajemen risiko bencana.
Relawan tentu datang silih bergnti, kita wajib berterimakasih pada mereka. Namun sistem yg dibangun agar peran relawan, pemerintah, swasta, donatur menjadi bermanfaat ini yang masih kurang.
Kondisi desa sampai saat ini belum dapat ditempati lumpur masih memenuhi permukiman dan rumah. Warga coba bersihkan rumah dari lumpur namun hujan datang, banjir naik lagi karena lumpur yang menyumbat drainase desa tak dibersihkan.
Permintaan pengungsi hanya sejumlah unit pemadam kebakaran, untuk menyemprot lumpur-lumpur di parit-parit desa, jalan desa lalu rumah warga. Selebihnya biar warga dan relawan melanjutkannya.
Dibutuhkan pula eksavator mini untuk bongkar-bongkar tanah yang menumpuk di Desa Genting. Desanya kecil kira-kira 1,5 kilometer per segi. Gak sulit....