Bengkuu Tengah, Bengkulutoday.com – Upaya pelestarian penyu di kawasan konservasi Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pengelola konservasi dan masyarakat pesisir. Kegiatan tersebut meliputi penyelamatan telur, penetasan secara alami, hingga pelepasliaran tukik ke habitat aslinya.
Kawasan konservasi ini menjadi habitat beberapa jenis penyu yang dilindungi, di antaranya penyu sisik, penyu hijau, penyu lekang, dan penyu belimbing. Khusus penyu belimbing, jumlah telur yang dihasilkan dalam sekali bertelur sekitar 70 butir, lebih sedikit dibandingkan jenis lainnya. Namun, ukuran telurnya jauh lebih besar.
Seluruh telur penyu yang berhasil diselamatkan dipindahkan ke lokasi penetasan yang telah disiapkan. Telur kemudian dikubur menyerupai kondisi sarang alami agar proses perkembangan embrio berlangsung secara optimal.
Selama masa inkubasi yang berlangsung sekitar 60 hari, pengelola rutin memantau suhu dan kelembapan pasir tanpa menggunakan teknologi penetasan buatan. Setelah menetas, tukik dipelihara sementara sebelum dilepasliarkan ke laut sebagai bagian dari upaya menjaga kelangsungan populasi penyu di pesisir Bengkulu.
Pengelola konservasi, Zulkarnain, mengatakan keberadaan kawasan konservasi telah membawa dampak positif bagi Desa Pekik Nyaring. Menurutnya, lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan pengambilan pasir kini telah berubah menjadi pusat edukasi dan wisata konservasi yang menarik banyak pengunjung.
"Kawasan yang dulunya merupakan lokasi pengambilan pasir kini menjadi tujuan kunjungan masyarakat, mahasiswa, hingga wisatawan mancanegara dari Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Belanda, dan Amerika Serikat untuk belajar mengenai pelestarian penyu dan ekosistem pesisir," ujar Zulkarnain, Senin (6/7/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Pekik Nyaring, Noval, menegaskan Pemerintah Desa terus memberikan dukungan terhadap pengembangan konservasi penyu sebagai upaya menjaga kelestarian satwa yang dilindungi sekaligus mendorong tumbuhnya wisata edukasi berbasis lingkungan.
"Kami dari Pemerintah Desa tentu mendukung penuh kegiatan konservasi penyu di Desa Pekik Nyaring. Jika ada kebutuhan yang harus diajukan melalui proposal, pemerintah desa siap memfasilitasi dan membantu prosesnya," katanya.
Dengan dukungan masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pihak, pengelola berharap konservasi penyu di Desa Pekik Nyaring terus berkembang. Selain menjaga kelestarian populasi penyu di pesisir Bengkulu, kawasan ini juga diharapkan semakin dikenal sebagai pusat edukasi lingkungan sekaligus destinasi wisata berbasis konservasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Penulis : Mela Setiawati