Kolaborasi Pelindo, BPTD, dan KSOP Bengkulu dalam Normalisasi Alur Pelayaran Pelabuhan Pulau Baai

pengerukan alur

Bengkulu – Pekerjaan normalisasi alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu resmi dimulai hari ini. Proyek ini menggunakan kapal keruk berkapasitas besar, CSD Costa Fortuna 3, yang didukung oleh kapal AHT Costa Fortuna 5. Kedua kapal tersebut didatangkan oleh PT Pelindo berdasarkan penugasan dari Kementerian Perhubungan.

“Dapat kami sampaikan bahwa proses normalisasi alur pelayaran telah dimulai hari ini, setelah sebelumnya dilakukan serangkaian persiapan dan instalasi peralatan pendukung, termasuk pemasangan pipa kapal keruk sepanjang hampir 1.000 meter,” ungkap S. Joko, General Manager PT Pelindo Regional 2 Pelabuhan Bengkulu.

Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa proses pengerukan akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal menargetkan kedalaman hingga -6,5 meter, dan akan dilanjutkan hingga mencapai -12 meter. Tujuannya adalah agar kapal-kapal berukuran besar dapat langsung bersandar tanpa perlu melakukan transhipment.

Proyek normalisasi ini merupakan bentuk sinergi antara PT Pelindo, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pulau Baai Bengkulu, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bengkulu, Pemerintah Daerah, serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini dijalankan sesuai dengan arahan Wakil Presiden RI beberapa waktu lalu.

“Kami berterima kasih dan terus mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar proses pekerjaan ini dapat berjalan lancar. Dengan demikian, dalam waktu dekat alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai dapat kembali digunakan secara optimal,” tutup Joko.

Kepala BPTD Kelas III Bengkulu, Dinda, S.E., menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap proyek normalisasi ini. “Kami mendukung penuh kegiatan normalisasi alur ini karena sangat penting bagi kelancaran arus logistik di Bengkulu. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi laut,” ujar Dinda.

Senada dengan itu, Kepala KSOP Bengkulu, Petrus Christanto Martubongs, S.Sit., M.M., juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi. “Kami di KSOP terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pelindo serta pihak terkait lainnya. Harapannya, proyek ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Petrus.