Bengkulutoday.com - Awal tahun 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) 2021. Hasilnya Indeks Kebahagiaan Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 69,74 dan menempati posisi kedua terendah setelah Provinsi Banten (68,08). Sedangkan Indeks Kebahagiaan Nasional tercatat 71,49. Dirilisnya angka ini kemudian menimbulkan persepsi bahwa penduduk Bengkulu tak bahagia. Benarkah? Meskipun demikian, tetap ada penduduk Bengkulu yang paling bahagia.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kebahagiaan adalah kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin). Sementara Seligman (2005) mendefinisikan kebahagiaan sebagai suatu penilaian atas diri dan hidup, yang memuat emosi positif seperti kenyamanan dan kegembiraan, maupun aktifitas positif. Dihitungnya Indeks Kebahagiaan, tidak terlepas dari kritik terhadap penggunaan indikator makro ekonomi yang selama ini digunakan dalam menilai keberhasilan pembangunan. Jamak diketahui bahwa indikator makro ekonomi seperti PDRB dan pertumbuhan ekonomi, tidak mampu merefleksikan kesejahteraan dan pemerataan bagi semua penduduk suatu wilayah. Oleh karenanya perlu diimbangi dengan indikator yang mampu menggambarkan kesejahteraan (well being), diantaranya adalah Indeks Kebahagiaan.
BPS menghitung Indeks Kebahagiaan berdasarkan 19 (sembilan belas) indikator yang tercakup dalam tiga dimensi kehidupan yaitu : (1) dimensi kepuasan hidup (Life Satisfaction), (2) Dimensi Perasaan (Affect) dan Dimensi Makna Hidup (Eudaimonia). Indikator yang digunakan adalah sebagaimana Tabel 1.

Pengukuran terhadap indikator tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi tingkat kebahagiaan sebagai sebuah ukuran subyektif terhadap kondisi obyektif berbagai domain kehidupan manusia. Pada setiap domain kehidupan tersebut, diukur kondisi faktualnya secara objektif kemudian diikuti oleh ukuran subyektif berupa tingkat kepuasan yang dirasakan. Dengan demikian tingkat kebahagiaan merupakan gambaran umum tingkat kepuasan penduduk terhadap keseluruhan domain kehidupan manusia yang dianggap esensial, dengan memperhitungkan aspek perasaan dan makna hidup seseorang.
Siapakah yang Paling Bahagia
BPS melakukan Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) dengan indikator sebagaimana pada Tabel 1 dengan menggunakan delapan determinan yaitu : (1) Klasifikasi Wilayah (Pedesaan/Perkotaan), (2) Jenis Kelamin (Laki-laki/Perempuan), (3) Status Perkawinan, (4) Kelompok Umur, (5) Status dalam Rumahtangga (Kepala Keluarga/Pasangan), (6) Banyaknya Anggota Rumahtangga, (7) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, dan (8) Pendapatan Rumahtangga per Bulan.
Bagaimana tingkat kebahagiaan mereka ?
Berdasarkan angka Indeks Kebahagiaan 2021 Provinsi Bengkulu, mereka yang berada di perkotaan lebih bahagia dibandingkan yang di perdesaan (71,77 berbanding 68,75). Laki-laki lebih bahagia dibanding perempuan (70,19 berbanding 69,24), sedangkan yang berstatus kawin lebih bahagia dibandingkan lajang maupun cerai (70,57 berbanding 66,39 dan 65,09).
Tetapi jika kita bicara kelompok umur, mereka yang berumur 25-40 tahun adalah yang paling bahagia dibandingkan yang berumur lebih dari 65 tahun ( 70,93 berbanding 66,54). Sedangkan jika berbicara tentang pendidikan, ternyata yang paling bahagia adalah mereka yang menamatkan pendidikan S2/S3 ( 78,24) dibandingkan yang tidak tamat Sekolah Dasar (65,14).
Demikian juga jika kita bicara pendapatan rumahtangga, mereka yang berpendapatan lebih dari 7,2 juta per bulan, merasa lebih bahagia dibandingkan yang berpendapatan 1,8 juta per bulan (74,34 berbanding 65,67). Sementara itu, untuk determinan jumlah anggota rumahtangga, mereka yang dari keluarga besar (anggota rumahtangga 4 orang) merasa lebih berbahagia dibandingkan rumahtangga tunggal (anggota hanya 1 orang) dengan perbandingan indeks 70,56 dengan 63,92.
Jadi, jika anda adalah laki-laki, masih muda, sudah berkeluarga dengan dua orang anak, bertempat tinggal di perkotaan, berpendidikan S2/S3 dan berpenghasilan lebih dari 7,2 juta, tampaknya anda adalah orang paling berbahagia di Provinsi Bengkulu. Setuju ?
Penulis: Sriwiyana Teguh Ananto, Penulis adalah Statistisi Pada BPS Kota Bengkulu