Indonesia Adalah Bali?

Bali (The Jakarta Post)

Oleh : Zulfikar Halim Lumintang, SST.

Apakah yang anda ketahui tentang Indonesia? Bali. Ya, mungkin itu yang akan menjadi jawaban singkat para wisatawan mancanegara, ketika pertanyaan tersebut ditanyakan kepadanya. Memang tidak salah, Bali merupakan salah satu pulau dan provinsi di Indonesia yang terkenal akan keindahan panorama alamnya. Hal tersebut juga diakui oleh TripAdvisor, salah satu situs ulasan dan panduan wisata asal Amerika Serikat. Hasilnya, dalam "Travellers Choice 2018" Indonesia berada pada peringkat pertama dengan Bali sebagai destinasi wisata terbaik di dunia.

Selama lima tahun terakhir, 2014 hingga 2018, nyatanya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bali didominasi oleh sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum. Tercatat pada tahun 2014 kontribusi sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencapai 23,10%, dengan laju pertumbuhan sebesar 6,82% terhadap total PDRB Provinsi Bali tahun 2014. Kemudian pada tahun berikutnya kontribusinya turun 0,09 poin menyentuh angka 23,01% dengan laju pertumbuhan 6,31%. Selanjutnya pada tahun 2016 kontribusi sektor tersebut kembali mengalami penurunan 0,14 poin menjadi 22,87% terhadap total PDRB Provinsi Bali tahun 2016 dengan laju pertumbuhan 6,62%. 

Pada tahun 2017 ternyata sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum kembali membaik, dibuktikan dengan meningkatnya kontribusi sektor tersebut pada total PDRB Provinsi Bali. Tercatat pada tahun 2017 kontribusinya mencapai 23,51% atau meningkat 0,64 poin dengan laju pertumbuhan 9,03%. Namun pada tahun 2018 kontribusinya kembali mengalami penurunan 0,17 poin menjadi 23,34% dengan laju pertumbuhan 6,22%. Meskipun mengalami fluktuasi kontribusi, namun dalam lima tahun terakhir kontribusi sektor Pengadaan Akomodasi dan makan minum masih mencapai lebih dari 20% tiap tahunnya. Hal ini berbeda dengan kontribusi sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang selalu mengalami penurunan kontribusi tiap tahunnya semenjak 2015 hingga 2018.

Wisatawan mancanegara sangat berpengaruh terhadap maju atau mundurnya sektor Akomodasi dan Makan Minum di Provinsi Bali. Karena sebagian besar dari wisatawan mancanegaralah sektor tersebut mendapatkan konsumennya. Selama empat tahun terakhir, 2015 hingga 2018, jumlah wisatawan mancanegara di Provinsi
Bali selalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tercatat pada tahun 2015 jumlah wisatawan mancanegara di Provinsi Bali mencapai 4.001.835 wisatawan. 

Kemudian pada tahun 2016 jumlahnya meningkat 926.102 atau 23,14% dari tahun sebelumnya, sehingga jumlah wisatawan menjadi sebanyak 4.927.937 wisatawan. Peningkatan terus berlanjut pada tahun 2017, hingga mencapai 5.697.739 wisatawan atau meningkat 15,62% dari tahun 2016. Dan yang terakhir, pada tahun

2018, jumlah wisatawan mancanegara di Provinsi Bali mencapai 6.070.473 wisatawan atau meningkat 6,54% dari tahun 2017. Dari jutaan wisatawan mancanegara yang datang ke Provinsi Bali. Wisatawan mancanegara asal Tiongkok sangat mendominasi. Pada tahun 2018, jumlah wisatawan mancanegara asal Tiongkok mencapai 1.361.512 wisatawan atau setara dengan 22,43% dari total jumlah wisatawan mancanegara di Provinsi Bali. Negara berikutnya adalah Australia. Jumlah wisatawan mancanegara asal Australia mencapai 1.169.215 wisatawan atau setara dengan 19,26% dari total jumlah wisatawan mancanegara di Provinsi Bali. 

Dengan banyaknya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Provinsi Bali tentu akan mendatangkan keuntungan devisa bagi Indonesia. Namun, terkadang ada sebagian wisatawan mancanegara yang berkelakuan melewati batas. Seperti kejadian baru-baru ini, bahwa ada wisatawan mancanegara asal Australia dalam kondisi mabuk berat yang berbuat keonaran di tengah jalan. Sampai ada salah seorang pengendara motor terguling akibat tendangan salto wisatawan tersebut. Tentu hal ini tidak diharapkan terjadi di negara manapun termasuk di Indonesia sebagai negara tujuan. Karena sedikit atau banyak akan mempengaruhi citra baik negara Indonesia di mata wisatawan mancanegara yang lain. Oleh karena itu, pemerintah yang berwenang diharapkan tetap memperhatikan wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia khususnya Bali. Diperlukan check and recheck kelengkapan dokumen dan tindakan tegas berupa hukuman deportasi bagi wisatawan mancanegara yang bertindak di luar batas adat ketimuran. 

Kemudian, untuk urusan pariwisata, bukan hanya Bali saja yang memilikinya. Masih banyak provinsi-provinsi lain di Indonesia yang memiliki potensi serupa. Sebagai contoh, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang secara geografis berdekatan dengan Provinsi Bali. Jika potensi tersebut bisa dimaksimalkan tentu akan bisa mendongkrak kontribusi PDB Indonesia sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan dimana pada tahun 2018 kontribusinya terhadap PDB Indonesia hanya mencapai 2,78% saja. Promosi besar-besaran dengan lebih 
menggaungkan lagi Visit Indonesia bisa dijadikan salah satu opsi. Apalagi pada tahun 2021 mendatang FIFA telah resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah World Cup U-20. Tentu banyak supporter dari berbagai negara di Indonesia yang datang untuk mendukung negaranya. Hal ini bisa dimanfaatkan Indonesia untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia di daerah lain dengan menunjuk stadion tempat pertandingan di wilayah tertentu, macam Sumatera Selatan. 

Penulis merupakan Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

www.domainesia.com