Rawat Warisan Bonsai, Generasi Muda Diharapkan Jadi Penerus

Rawat Warisan Bonsai, Generasi Muda Diharapkan Jadi Penerus

Bengkulutoday.com - Taman Bonsai hingga kini masih dipertahankan sebagai salah satu tempat yang menjadi wadah bagi para pecinta tanaman bonsai. Aidil Anwar, salah satu pengelola Taman Bonsai, mengatakan dirinya merupakan generasi kedua atau ketiga yang melanjutkan pemeliharaan taman tersebut setelah pengelola sebelumnya mulai memiliki kesibukan masing-masing.

Aidil mengatakan, Taman Bonsai pada awalnya dibentuk oleh sejumlah orang yang memiliki hobi terhadap tanaman bonsai. Seiring berjalannya waktu, pengelolaan kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya, terutama setelah pandemi COVID-19 membuat aktivitas para pengurus sebelumnya mulai berkurang. “Nama saya Aidil Anwar. Kalau di Taman Bonsai ini, saya bagian pemeliharaan untuk Taman Bonsai.” Ujarnya, Senin  (24/8/2026).

Dalam perawatannya, tanaman bonsai membutuhkan penyiraman secara rutin agar tetap hidup dan terjaga kondisinya. Selain itu, pemupukan serta penataan kembali tanaman juga dilakukan untuk mempertahankan bentuk bonsai. “Yang penting penyiraman, sesudah itu pemupukan, kemudian bahan yang sudah lama diutak-atik lagi. Proses rutinitas itu penyiraman, karena kalau Taman Bonsai tidak disiram cepat mati,” jelasnya.

Aidil mengungkapkan, kondisi Taman Bonsai saat ini tidak lagi sama seperti sebelumnya. Dahulu, area taman hingga ke bagian belakang dipenuhi tanaman bonsai. Namun, sejumlah pohon tumbang dan bagian atap mengalami kerusakan sehingga jumlah bonsai yang tersisa menjadi lebih sedikit. Saat ini, terdapat sekitar lima jenis bonsai yang masih dirawat, di antaranya beringin, limau kincit, dan beberapa jenis tanaman berbunga.

Menurut Aidil, keberlangsungan bonsai sangat bergantung pada munculnya generasi baru yang memiliki ketertarikan terhadap tanaman tersebut. Ia berharap semakin banyak anak muda yang mulai mengenal dan menekuni bonsai sehingga keberadaannya dapat terus dipertahankan. “Harapannya bagaimana pemula, anak-anak muda, bisa menekuni bonsai. Kalau tumbuh generasi muda, insya Allah bonsai bakal hidup selamanya,” ujarnya.

Selain berharap adanya regenerasi, Aidil juga meminta perhatian pemerintah terhadap para penggiat bonsai. Menurutnya, biaya untuk memelihara dan mengembangkan bonsai cukup besar sehingga diperlukan dukungan agar para penghobi dapat terus bertahan. “Harapannya cuma satu, khususnya kepada pemerintah, perhatikanlah orang-orang yang memang menekuni bonsai. Soalnya biaya bonsai itu besar, mahal,” kata Aidil. Ia berharap Taman Bonsai tetap dipertahankan dan menjadi tempat yang dapat memperkenalkan bonsai kepada masyarakat serta generasi muda.

Muhamad Arif Fadilah