Bengkulutoday.com - Dalam rangka Ulang Tahun Program Studi Guru Madrasah Ihtidaiyah (PGMI) ke-7, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) hadirkan ustaz kondang Riza Muhammad atau yang sering disebut ustadz Riza menjadi narasumber dalam seminar bertema "Eksistensi Pendidikan Islami di Era Revolusi Industri 4.0”, Senin (16/12/2019), di Auditorium IAIN Bengkulu.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari acara PGMI Art yang dilaksanakan oleh HMPS berkolaborasi dengan Sanggar An-Najmu (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) IAIN Bengkulu.
Berlangsung pada tanggal 16-18 Desember 2019, acara dibuka oleh Rektor IAIN, Prof Dr H Sirajuddin, M, M Ag, MH.
"Apresiasi yang luar biasa untuk seluruh penyelenggara khususnya Prodi PGMI, yang telah mendatangkan narasumber yang sangat luar biasa. Diharapkan, sebagai mahasiswa calon tenaga pendidik agar dapat terus menjaga eksistensi pendidikan islam di Era Revolusi Industri 4.0 seperti saat ini. Nilai-nilai keagamaan tentunya tidak boleh lepas pada diri anak dan ini perlu disiapkan sejak saat ini" jelas Rektor IAIN Bengkulu.
Kegiatan seperti ini, ditambahkan rektor agar menjadi contoh bagi prodi-prodi lain supaya lebih menghadirkan acara berkualitas dan mendukung penambahan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa.
Dalam penyampaian materi seminar, Riza Muhammad menyampaikan, "PGMI adalah jalan yang diridhoi oleh Allah. Yakin, Insyaallah membawa berkah kesuksesan, karena dengan menjadi guru MI di masa mendatang akan memberikan pendidikan dasar yang berpondasi pada akhlakul karimah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Madrasah makin berkembang dan modern sekaligus menjadi favorit masyarakat".
Dari sisi lain, Dra Aan Amaliya, M, Pd., menyampaikan dalam kata sambutannya, "perkembangan di era saat ini, generasi milenial jauh lebih banyak beraktivitas dengan dunia maya dan bermain Handphone. Dari situ peran seorang guru pendidik memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak di era milenial saat ini. Baik karakter dalam pentingnya bersosial dengan lingkungan maupun nilai-nilai keagamaan pada diri anak”, jelas Amaliya.
Kegiatan PGMI Art ini diikuti oleh peserta dari mahasiswa luar lainnya. Ada 700 peserta seminar juga sebagi peserta yang mengikuti perlombaan. (Wulan)