Seluma, Bengkulutoday.com – Pemerintah Desa Selingsingan, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada 19 keluarga kurang mampu di desa tersebut, Jumat (5/6/2026).
Penyaluran BLT DD Tahap I itu dilakukan sekaligus untuk periode Januari hingga Mei 2026. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan sebesar Rp200 ribu per bulan atau total Rp1 juta untuk lima bulan.
Kepala Desa Selingsingan, Rasmin, mengatakan jumlah penerima BLT DD tahun ini sebanyak 19 orang. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya pemerintah desa membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan ekonomi.
"Hari ini kita telah menyalurkan BLT. KPM 19 orang. Tahun ini setiap KPM menerima lima bulan. Ada pengurangan dampak pemotongan Dana Desa dari Pemerintah Pusat," kata Rasmin.
Ia menjelaskan, besaran bantuan yang diterima warga tahun ini mengalami penyesuaian menjadi Rp200 ribu per bulan karena adanya pengurangan Dana Desa. Namun demikian, pemerintah desa tetap berupaya agar program BLT dapat berlangsung selama 12 bulan.
"Sebenarnya penerima hanya menerima Rp200 ribu per bulan karena pemotongan Dana Desa dari pemerintah pusat. Tapi, dengan Rp200 ribu per orang itu, kita cukup untuk pembagian BLT selama 12 bulan," ujarnya.

Menurut Rasmin, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari serta meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat.
Sementara itu, Camat Seluma Utara Herwansyah Putra, yang juga hadir di acara tersebut mengingatkan para penerima agar menggunakan bantuan yang diterima secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan pokok rumah tangga.
Untuk diketahui, berdasarkan Permendesa PDT Nomor 16 Tahun 2025, besaran BLT Desa Tahun Anggaran 2026 ditetapkan paling tinggi Rp300 ribu per bulan untuk setiap keluarga penerima manfaat. Penetapan penerima dilakukan melalui Musyawarah Desa (Musdes) dengan mengacu pada data pemerintah dan kondisi riil masyarakat di desa.
Penerima BLT diprioritaskan bagi warga miskin ekstrem, lansia miskin, penyandang disabilitas, warga yang menderita sakit menahun, serta keluarga rentan yang kehilangan mata pencaharian. (Frk)