Mahasiswi PGSD Unib Ditemukan Tak Bernyawa di Kos, Keluarga Ajukan Autopsi

Ilustrasi Gambar

Bengkulutoday.com, Bengkulu – Duka menyelimuti dunia pendidikan di Bengkulu. Seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bengkulu, Orlina Renata Klouw, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berada di kawasan Jalan Gedang, Kota Bengkulu, pada Minggu (1/2/2026) sore.

Korban yang diketahui berasal dari Papua tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 16.00 WIB. Penemuan ini bermula dari kekhawatiran teman-teman kuliahnya yang tidak mendapat respons atas pesan WhatsApp yang dikirimkan kepada korban sejak beberapa waktu sebelumnya.

Karena merasa curiga, sejumlah teman korban mendatangi kamar kos yang ditempati Renata. Pintu kamar akhirnya dibuka secara paksa, dan korban ditemukan terbaring di atas tempat tidur dengan posisi memeluk bantal guling.

Warga sekitar bersama Ketua RT setempat kemudian mengevakuasi Renata ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu. Namun, pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Pemilik kos, Sayuti, mengatakan bahwa Renata baru menempati kamar kos tersebut kurang lebih satu bulan. Ia juga menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit, yakni gangguan asam lambung serta paru-paru.

Pihak kepolisian membenarkan adanya permintaan autopsi dari keluarga korban. Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, Kompol Sujud Alif Yulamlam, melalui Ps Kanit Pidum I, Iptu Revi Harisona, menyampaikan bahwa langkah autopsi akan dilakukan untuk memastikan secara pasti penyebab kematian.

“Visum luar sudah dilakukan, dan sejumlah saksi, termasuk rekan-rekan korban, telah dimintai keterangan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi sementara, korban diketahui memang memiliki riwayat penyakit yang menjadi salah satu perhatian dalam proses penyelidikan. Meski demikian, kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna memastikan tidak adanya unsur lain dalam peristiwa tersebut.

Kepergian Orlina Renata Klouw meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta lingkungan kampus. Aparat kepolisian memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional dan transparan sesuai permintaan keluarga korban.