Seluma, Bengkulutoday.com – Pemerintah Desa Cawang, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahun 2026 kepada 13 keluarga penerima manfaat (KPM), Jumat (12/6/2026).
Penyaluran dilakukan untuk periode Januari hingga Juni 2026 atau enam bulan sekaligus. Dengan nilai bantuan Rp300.000 per bulan, masing-masing penerima memperoleh total Rp1.800.000.
Kepala Desa Cawang, Wenra, mengatakan penerima bantuan terdiri dari warga miskin, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas yang telah ditetapkan melalui mekanisme desa.
"Hari ini kita telah menyalurkan BLT sebanyak enam bulan sekaligus kepada 13 KPM. Karena per bulan Rp300 ribu, maka enam bulan yang mereka terima Rp1,8 juta per orang," ujar Wenra.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah berbagai kebutuhan ekonomi yang terus meningkat.
Wenra juga mengingatkan para penerima agar memanfaatkan dana bantuan secara bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok keluarga.
"Kami berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat. Gunakanlah bantuan ini sebaik-baiknya untuk kebutuhan yang benar-benar penting," pesannya.

Sementara itu, penyaluran BLT DD tahun 2026 mengacu pada Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Permendesa PDT) Nomor 16 Tahun 2025 tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2026.
Dalam aturan tersebut, besaran BLT ditetapkan maksimal Rp300.000 per bulan untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat. Penetapan penerima wajib dilakukan melalui Musyawarah Desa (Musdes) dengan mengacu pada data pemerintah serta kondisi riil masyarakat di desa.
Kelompok yang menjadi prioritas penerima antara lain warga miskin ekstrem, lansia miskin, penyandang disabilitas, penderita sakit menahun, dan keluarga rentan yang kehilangan mata pencaharian.
Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, alokasi anggaran BLT DD pada tahun 2026 tidak lagi ditentukan dengan persentase tunggal dari total Dana Desa. Besaran anggaran disesuaikan dengan hasil Musdes serta jumlah warga miskin ekstrem yang ada di masing-masing desa. (Frk)