Bengkulutoday.com - Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Bengkulu mengadakan seminar nasional pada Minggu (17/11/2019) di gedung serba guna IAIN Bengkulu. Seminar nasional tersebut dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema "mengenal sosok Muhammad SAW sang orator yang komunikatif dan persuasif".
Hadir sebagai narasumber adalah akademisi IAIN Bengkulu Dr Pasma Candra dan dari unsur media Wibowo Susilo, yang juga pemimpin redaksi Bengkulutoday.com.
Kaprodi KPI Wirahadi Kusuma dalam sambutannya menyampaian, peringatan Maulid Nabi Muhammad tidak harus diperingati dengan pengajian umum saja, namun bisa juga diinovasi dalam bentuk seminar dan lainnya. Sebab menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad adalah bentuk refleksi kecintaan umat kepada Nabi Muhammad. "Melalui seminar ini, dijelaskan bagaimana meneladani adab Nabi Muhammad SAW dalam berkomunikasi yang dapat diterima oleh semua umat di dunia, tidak hanya umat Islam, kemampuan komunikasi Nabi Muhammad ini tentu mencerminkan akhlakul karimah dan harus ditauladani di era sekarang ini," kata Wirahadi Kusuma.
Sementara itu, Dr Pasma Candra dalam materinya menyampaikan pentingnya memahami sanad dalam mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. Saat ini menurutnya, banyak berbagai pemahaman yang mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW, namun akhlak dan metode komunikasinya tidak mencerminkan sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
"Contohnya dalam berdakwah, harus mencontoh akhlak Nabi Muhammad SAW," katanya.
Senada disampaikan Wibowo, menurutnya dakwah kontemporer ditampilkan dalam berbagai metode baru sebagai bentuk adaptif terhadap perkembangan zaman. Namun demikian, cara berkomunikasi adalah hal utama yang harus dikuasai oleh pendakwah. "Contohnya adalah soal akhlak, sekarang banyak orang berdakwah tapi dengan komunikasi yang jauh dari akhlak, tentu ini cara berkomunikasi yang tidak mencontoh nabi. Dakwah adalah mengajak kebaikan, bukan mengajak untuk membenti," jelasnya.
Namun yang lebih penting, dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, menurut Bowo adalah merupakan bentuk kecintaan terhadap Nabi Muhammad. "Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini, esensinya adalah bentuk cinta kita terhadap Nabi Muhammad," ucapnya.
