Skip to main content
Pers
Bimtek media massa yang digelar oleh Diskominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu

Bimtek Kominfo, Media Diajak Profesional Dalam Pemberitaan

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulutoday.com - Dalam upaya meningkatkan profesionalitas pemberitaan media massa, khususnya media online, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama media massa online di Bengkulu yang digelar di Hotel Raffles City, Pantai Panjang Kota Bengkulu, Kamis (21/3/2019). Bimtek diikuti oleh 35 perwakilan media online di Bengkulu. 

Menghadirkan tiga narasumber, yakni Abdul Khafi dari Media Center Pemprov Bengkulu, Wibowo Susilo dari SMSI dan wartawan senior Beni Bernandie. Ketiga narasumber membahas seputar pemberitaan dan media massa online yang semakin pesat berkembang.

Abdul Khafi misalnya menyorot soal teknik penulisan berita di media online, dia memberikan kisi-kisi penulisan yang mudah dipahami oleh pembaca. "Bahasa media online harus mudah dipahami, singkat, jelas dan tidak bertele-tele," sampainya.

Abdul Khafi juga mengupas seputar ancaman hoaks yang saat ini menjadi musuh bersama. Hoaks menjadi ancaman karena dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat, untuk itu peran media online sangat dibutuhkan dalam rangka memerangi hoaks.

Sementara Beni Bernandie atau yang akrab dipanggil Cik Ben membahas soal bagaimana peran media dalam mempublikasikan pembangunan di daerah. Wartawan senior ini juga tak lupa mengulas sisi pemberitaan media online yang sempat menjadi luka bagi keluarga korban kekerasan seksual dan pembunuhan yang sempat heboh di Bengkulu, yakni Yuyun. Pemberitaan media online saat itu cenderung mengeksploitasi. Beruntung saat ini telah ada Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA) yang diterbitkan oleh Dewan Pers. Dalam PPRA itu diatur tata cara atau teknik penulisan berita dengan korban, pelaku atau saksi anak-anak. 

Terkait keberadaan media online yang semakin menjamur saat ini, Wibowo Susilo dalam materinya menyinggung tentang pentingnya wartawan media online untuk memiliki sertifikasi wartawan, yakni dengan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). UKW menjadi salah satu indikator wartawan profesional, meskipun, UKW belum menjadi solusi sepenuhnya pemberitaan profesional media online, untuk itu, masih dibutuhkan berbagai pelatihan-pelatihan jurnalistik. 

"UKW saja belum cukup, harus dilakukan pelatihan-pelatihan lainnya untuk menunjang kompetensi wartawan," katanya.

Dalam sambutannya, Plt Kadis Kominfo dan Statistik Murlin Hanizar mengatakan, dalam kegiatan bimtek dengan mass media khususnya media online menjadi salah satu proses membangun presepsi kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, terkait dengan informasi pembangunan yang telah sedang dan akan dilaksanakan. Informasi yang adai di era kemajuan sekarang media alat komunikasi yg menjadi kebutuhan. “Apalagi media online sangat mudah diakses. Ini sudah tidak lepas dari tuntutan zaman. Diharapkan dengan Bimtek ini nantinya, mempunyai dampak positif mengenai pembanguann daerah kedepan,” tutupnya. [Rs]

Tags

Facebook comments

Berita Terkait