Bangun Iman dan Karakter, Lapas Bengkulu Gelar Pembinaan Rohani Kristen Secara Virtual

Bangun Iman dan Karakter, Lapas Bengkulu Gelar Pembinaan Rohani Kristen Secara Virtual

Bengkulu (20 Oktober 2025) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu terus berkomitmen memperkuat pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui kegiatan pembinaan rohani Kristen yang digelar secara virtual bersama Yayasan Pendidikan Warga Binaan Pemasyarakatan (YPWBP) Cahaya Kasih, Senin (20/10).

Kegiatan yang berlangsung di Gereja Getsmani Lapas Bengkulu ini diikuti oleh warga binaan beragama Kristen serta jajaran petugas subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat). Melalui sesi pembinaan daring ini, para peserta diajak memperdalam pemahaman iman, meneguhkan spiritualitas, serta menumbuhkan karakter positif selama menjalani masa pembinaan di balik jeruji.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan pentingnya kegiatan pembinaan keagamaan dalam membentuk karakter warga binaan yang lebih baik.

“Pembinaan rohani menjadi sarana penting untuk menumbuhkan kesadaran, memperbaiki perilaku, dan meneguhkan semangat hidup positif di kalangan warga binaan. Kami berterima kasih kepada YPWBP Cahaya Kasih atas dukungan berkelanjutan dalam mendampingi warga binaan kami,” ujar Julianto.

Ia menambahkan, Lapas Bengkulu secara konsisten melaksanakan pembinaan keagamaan lintas agama sebagai bagian dari pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan, agar setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan bekal iman yang kuat.

Kegiatan yang berjalan dengan tertib dan penuh kekhidmatan ini diharapkan dapat memperkuat motivasi warga binaan untuk taat beribadah, memperdalam nilai-nilai moral, serta meningkatkan kualitas spiritual mereka selama menjalani masa pidana.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Bengkulu berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang holistik, tidak hanya fokus pada aspek perilaku, tetapi juga membangun iman, karakter, dan moralitas sebagai pondasi kehidupan warga binaan setelah bebas nantinya.