Skip to main content
daerah
Mayor Laut (P) Siswandony Komandan KRI Kurau-856

Upaya Pengamanan Konflik Trawl, Komandan KRI Kurau-856 Terjun Langsung

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulu, Bengkulutoday.com - Upaya pengamanan konflik trawl, KRI Kurau 856 turun langsung untuk melakukan patroli laut di Perairan Bengkulu upaya meredam konflik antar nelayan. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers TNI AL bersama sejumlah awak media Minggu (7/4).

Guna memberikan keterangan pers diatas KRI Kurau bersama Kapten kapal sekaligus mengajak para jurnalist melihat kemampuan jelajah dan kekuatan persenjataan di dermaga sandar TNI AL Pelabuhan Pulau Baai, Minggu (07/04/2019). Mayor Laut (P) Siswandony Komandan KRI Kurau-856  menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar dalam upaya patroli pengamanan terkait konflik trawl.

"Giat ini kita lakukan guna melaksanakan patroli pengamanan dalam upaya meredam konflik antar nelayan tradisional dan nelayan yang menggunakan trawl." jelas Dony

Selanjutnya beliau juga mengatakan bahwa upaya ini dilakukan atas perintah komando atas, agar segera turun membantu untuk meredam konflik nelayan tradisional dan nelayan trawl yang terjadi beberapa hari yang lalu di perairan Bengkulu.

" Kita stanby di Bengkulu selama tiga hari dengan upaya bergerak menuju titik konflik, kita akan menghalau agar dari pihak nelayan tradisional supaya tidak bertemu dengan nelayan trawl," jelas Dony.

KRI Kurau juga akan melakukan patroli rutin setelah usai melakukan pengamanan, kemudian Komandan KRI Kurau-856 Juga mengatakan, sesuai dengan perintah dari menteri kelautan RI Susi Pujiastuti bahwa jika ditemukannya nelayan yang menggunakan trawl saat patroli maka pihaknya akan menindak tegas.

" Sesuai dari perintah Menteri Kelautan Susi Pujiastuti, maka KRI Kurau akan melakukan tindakan tegas bagi nelayan-nelayan yang menggunakan trawl,karena itu  sudah menjadi kebijakan dari pemerintah. Sekaligus kita akan melakukan tindakan yang tegas terhadap nelayan yang menggunakan alat trawl, menyita alat trawl, diserahkan ke satuan kapal patroli, kemudian dilaksanakan pembinaan."Tegas Dony

Bagi nelayan yang membawa senjata seperti senapan angin, bom molotop, dan sajam yang kira-kira membahayakan, pihak patroli AL akan menyita.

"Kita akan sita, kemudian akan kita serahkan ke aparat setempat (Kepolisian)." Tutup Dony.

[AM]

(Red)

Tags

Facebook comments

Berita Terkait