Skip to main content
Kesehatan
Saprialis Gani, S.KM, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang

Tidak Ada Bidan di Desa Ini, Kadinkes Beri Solusi

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Kepahiang, Bengkulutoday.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang mengakui jika disejumlah desa terpencil di daerah memang kekurangan bidan desa, ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kepahiang Saprialis Gani, S.KM Jum'at  (13/4/2018). Menurut dia, pihaknya bisa mengupayakan ketersediaan bidan desa seperti di Desa Warung Pojok dengan cara menunjuk Tenaga Harian Lepas (THL) bidan desa, pada Dinas Kesehatan.

Bahkan, dikatakan Saprialis pihaknya berharap agar kepala desa setempat dapat menyampaikan laporan tertulis terkait kekurangan bidan desa tersebut. Padahal, sektor kesehatan ini seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan terhadap masyarakat terpenuhi, yakni untuk mengevaluasi tenaga kesehatan yang tidak hanya menumpuk di pusat kota atau puskesmas saja.

"Di Warung Pojok itu memang belum ada bidan desa, kita berharap kepala desa menyampaikan laporan tertulis. Nanti bisa ditanggulangi dengan bidan THL yang ada di puskesmas terdekat," ujar Saprialis Gani.
Terkait kekurangan tenaga medis di sejumlah desa terpencil, dijelaskan Saprialis Gani akan menjadi perhatian pihaknya. Yakni mengusulkan kebutuhan tenaga kesehatan bidan desa pada rekrutmen THL bidan pada tahun 2019 mendatang, sementara pada tahun 2018 ini hanya ada 15 THL saja yang terdiri dari THL dokter dan bidan yang ditugaskan disejulah Puskesmas di Kabupaten Kepahiang. 

"Iya, memang beberapa desa terpencil di Kabupaten Kepahiang ini masih belum ada bidan desa, karena seperti Warung Pojok sangat jauh dari jangkauan. Dari total 117 kelurahan dan desa, hanya ada 71 bidan desa. Untuk kekurangan ini kita usulkan THL tahun 2019 mendatang," jelas Saprialis Gani.

Disinggung minimnya pelayanan kesehatan disejumlah wilayah terpencil di Kabupaten Kepahiang, Saprialis Gani menyatakan jika Dinas kesehatan tetap melakukan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah tersebut. Yakni dengan cara turun langsung ke lapangan bersama tim tenaga kesehatan. 

"Per 3 bulan ada tim tenaga kesehatan yang turun ke wilayah terpencil, seperti dokter, bidan dan perawat. Selain pelayanan kesehatan yang diberikan rutin tersebut juga memberikan penyuluhan kesehatan,"jelas Saprialis Gani.

[Mulyan]

Facebook comments

polda

 

Berita Terkait