Terlalu Fanatik Dukung Capres, Banyak Warga Bengkulu Masuk Rumah Sakit Jiwa

RSKJ Soeprapto Bengkulu (Foto: Antara)

Bengkulutoday.com - Akibat fanatik mendukung capresnya pada pilpres tahun 2019 ini, sejumlah warga Bengkulu dilaporkan menjadi pasien di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu. Hal itu disampaikan oleh Direktur RSKJ Soeprapto Bengkulu Chandrainy Puri, Jumat (24/5/2019).

Namun demikian, Chandrainy Puri enggan menyebut identitas para pasien itu. 

"Banyak pasien dari kalangan masyarakat biasa, mereka terlalu fanatik terhadap capres dan cawapres pilihannya, jadi banyak yang tidak terima dan akhirnya mengalami gangguan kejiwaan," kata Chandrainy Puri.

Chandrainy menambahkan, kedatangan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan telah ada sejak diumumkannya berbagai macam hasil hitung cepat yang bermunculan di media, baik berita di televisi, media online dan juga media sosial, hingga KPU RI menetapkan hasilnya.

Sementara saat ditanya apakah ada pasien dari caleg yang gagal ataupun tim sukses caleg, Chandrainy Puri mengatakan tidak ada.

"Kalau dari caleg-caleg tidak ada, karena para peserta caleg tampaknya sekarang sudah tangguh-tangguh semua," ujarnya.

Sekedar diketahui, RSKJ Soeprapto sudah mempersiapkan segala sesuatunya dalam melayani semua pasien yang datang tersebut, baik diberikan pelayanan rawat inap ataupun rawat jalan, sesuai dengan tingkat gangguan yang dialami oleh masyarakat tersebut.

Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu memiliki fasilitas 300 tempat tidur untuk menampung para pasiennya. Selain itu, RSKJ juga menyiapkan ahli kejiwaan untuk berkonsultasi bagi pasien yang mengalami stres ringan maupun stres berat.

"Di sini bukan hanya tempat untuk orang gila, namun kita melayani bentuk-bentuk kecil dari pada gangguan-gangguan psikologis masyarakat. Tidak usah malu, privasi pasien kami jaga," katanya.

Tak hanya itu, RSKJ Soeprapto juga menerima pasien dengan layanan BPJS mandiri maupun BPJS miskin. 

"RSKJ kita siap menerima pasien BPJS, rumah sakit kita juga paripurna dan mendapat akreditasi bintang 5," katanya.

(ism/brm)