Rp 1 Miliar Perbulan Pendapatan TOL Bengkulu Taba Penanjung Jauh Dari Target, Kelanjutan Perkerjaan Masih Menunggu

Branch Manager Hutama Karya selaku pengelola Jalan TOL Bengkulu Taba Penanjung Medya Gustian

Bengkulu - Terhitung pada bulan Desember tahun 2022 lalu Jalan Tol Bengkulu Taba Penanjung mulai beroperasi. Namun baru dikenakan tarif saat Presiden Jokowidodo usai meresmikan pada Juli 2023 lalu. Adapun, berdasarkan kedua surat keputusan (SK) tersebut, tarif tol Bengkulu-Taba Penanjung untuk kendaraan golongan I yaitu sebesar Rp22.000, sedangkan untuk kendaraan golongan II dan III sebesar Rp33.000, dan golongan IV dan V sebesar Rp44.000. Namun pendapatan selama operasi penggunaan Jalan TOL ini ternyata tidak imbang dengan target perencanaan sebelumnya.

Branch Manager Hutama Karya selaku pengelola Jalan TOL Bengkulu Taba Penanjung Medya Gustian mengatakan sebabnya dikarenakan rata rata kendaraan pribadi atau golongan I  yang menggunakan jalan tol, kemudian kendaraan golongan II atau kendaraan pengangkut Sembako dan Bahan Bakar. Dari arus nya pun rata rata kendaraan masuk dari hanya Taba Penanjung ke kota Bengkulu.

Kemudian untuk target perbulan, sebanyak 7.900 kendaraan menggunakan fasilitas ruas tol Bengkulu-Taba Penanjung sepanjang 17,6 Km. Namun faktanya saat ini kenaikan target hanya 4 persen atau sebesar 42.159 kendaraan yang menggunakan jalan tol pada arus mudik dan lebaraan ditahun ini. 

"Secara gambaran perbulan itu hanya 1 miliar, sedangkan pengeluaran tidak imbang masih jauh dari harapan kami. Karena dibandingkan lalu lintas kalau sehari saja 1.500 kendaraan, sementara perencanaan sebelumnya ditargetkan sebanyak 7.900 kendaraan perhari," ujarnya.

Menurut Medya, solusi untuk meningkatkan pendapatan itu pembangunan ruas jalan tol agar dilanjutkan kembali. Ia juga menanggapi statment dari Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah soal kelanjutan perkerjaan akan dilaksanakan pada tahun 2025 hingga 2026, namun dari HK sendiri sampai saat ini belum mendapatkan kepastian kelanjutan perkerjaan kepahiang - taba penanjung.

"Memang harus diperpanjang, kalau semakin panjang semakin banyak pendapatan yang masuk. Untuk pembangunan lanjutan itu, saya dapat informasi kalau Pak Gubernur sudah menyampaikan ke pusat permintaannya, namun hingga saat ini kami belum mendapatkan inpres baru nya. Karena tugas kami hanya pelaksana saja," tambahnya. 

Pembangunan Jalan tol ini masyarakat dapat menghemat waktu tempuh dari semula 1 jam menjadi kurang lebih 15 menit dari Bengkulu ke Taba Penanjung. Untuk diketahui, Tol Bengkulu–Taba Penanjung merupakan bagian dari feeder jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) sekitar 98 km yang terbagi dalam 2 tahap.

Tahap 1 Bengkulu–Taba Penanjung dengan total panjang 16,7 km telah beroperasi sejak akhir 2022, sedangkan tahap 2 Lubuk Linggau–Taba Penanjung (80 km) yang masuk dalam tahap IV pembangunan JTTS sesuai Perpres No. 131 Tahun 2022. Adapun Tol yang dikelola Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero) ini menggunakan uang negara senilai Rp 4,8 triliun melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). 

Untuk diketahui, Tol Bengkulu Taba Penanjung merupakan bagian dari rangkaian tol Trans Sumatra ruas Lubuk Linggau- Curup Bengkulu sepanjang 95,8 km.

Pembangunan dibagi menjadi tiga seksi:

- Seksi 1 Lubuk Linggau - Kepahiang (54,5 Km) dalam tahap persiapan
- Seksi 2 Kepahiang - Taba Penanjung (23,7 Km) dalam tahap persiapan
- Seksi 3 Taba Penanjung - Bengkulu (17,6 Km) beroperasi.