Skip to main content
Hari Raya Idul Adha
HUT RI ke 73 Mukomuko
IKLAN KPU
TODAY
peristiwa
Rektor IAIN Bengkulu Prof Dr Sirajuddin

Rektor IAIN Bengkulu Mengaku Diancam Akan Dibunuh

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulutoday.com - Rektor IAIN Bengkulu Prof Dr Sirajuddin mengaku diancam akan dibunuh. Selain dirinya, Sirajuddin juga mengaku keluarganya akan dibunuh. Atas dugaan ancaman tersebut, Sirajuddin kemudian melapor ke Polda Bengkulu pada Kamis (5/7/2018). 

Siapa yang mengancam?
Dalam laporannya, seperti dikutip dari harianrakyatbengkulu.com, Sirajuddin melaporkan stafnya inisial UM. Penelusuran media ini, UM adalah mantan dekan dilingkungan kampus IAIN Bengkulu yang pernah mendemo Rektor IAIN Bengkulu pada 13 Juni 2017 lalu. Bahkan UM  diketahui adalah koordinator aksi (Korlap) dalam aksi mendemo rektor tersebut.

Dalam laporannya, Sirajuddin mengaku dugaan pengancaman terjadi pada 8 Juni 2018 lalu sekitar pukul 10.00 WIB di ruangan Fakultas Ushuludin dan Dakwah IAIN Bengkulu. UM saat itu tanpa sebab memukul salah satu meja di ruangan itu. Selain memukul meja, UM juga melontarkan kata-kata bernada ancaman yang didengar oleh para staf di ruangan itu. "Akan saya gorok dan bunuh kamu, Sirajuddin. Kalau tidak bertemu, maka anak dan istri kamu yang akan saya bunuh. Golok sudah saya siapkan di mobil saya," begitu kutipan ucapan UM dilansir dari harianrakyatbengkulu.com. 

Diduga UM melontarkan ucapan itu karena tidak bertemu dengan Rektor IAIN Bengkulu Prof Dr Sirajuddin untuk urusan dinas karena Sirajuddin tidak berada di tempat. Atas kejadian dihari itu, para saksi yang melihatnya melaporkan ke Sirajuddin dan kemudian dilaporkan ke Polda Bengkulu.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung melalui Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno membenarkan adanya laporan dugaan pengancaman terhadap Rektor IAIN Bengkulu Prof Dr Sirajuddin. Pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang melihat dan mendengar kejadian itu. 

Sementara media online Tuntasonline.com memberitakan tanggapan UM atas dugaan pengancaman terhadap Rektor IAIN Bengkulu. UM yang ditulis media itu adalah Ujang Mahadi membantah dirinya melakukan pengancaman. "Itu tidak benar, tidak ada pengancaman antara saya dan Rektor IAIN Bengkulu," ujar Ujang Mahadi dikutip dari media tersebut. "Biarkan saja dia melapor, itu haknya," katanya. [AJ]

Facebook comments

Berita Terkait